SUMEDANGEKSPRES – Pemerintah Kabupaten Sumedang kembali menegaskan arah digitalisasi pelayanan publik. Kali ini melalui optimalisasi WAKEPO, platform berbasis pesan instan yang dirancang untuk mempermudah akses layanan masyarakat.
Dorongan itu disampaikan Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, saat menerima kunjungan General Manager Harian Pagi Sumedang Ekspres, Asep Nurdin, di Gedung Negara, Senin, (4/5).
“WAKEPO ini kami hadirkan untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan tanpa harus datang langsung ke kantor pemerintahan,” ujar Dony.
Baca Juga:Pembangunan Karakter Tak Hanya Butuh Sistem yang Baik, Tapi Juga PengawasanPerkuat Struktur Organisasi, Puluhan Pegawai Perumda Tirta Medal Sumedang Ikuti Tes Tulis Promosi Jabatan
Platform itu bekerja sederhana. Warga cukup menyimpan nomor layanan, lalu mengirim pesan dengan kata kunci tertentu melalui WhatsApp. Dari sana, berbagai layanan bisa diakses mulai dari pengajuan surat keterangan hingga informasi publik.
WAKEPO juga terintegrasi dengan sistem e-Office, memungkinkan proses administratif dilakukan secara daring. Bahkan, fitur pustaka digital disiapkan untuk mendorong literasi masyarakat.
Keunggulan utamanya: tanpa aplikasi tambahan. “Cukup menggunakan WhatsApp, layanan sudah bisa dinikmati secara cepat dan responsif,” kata Dony.
Di atas kertas, pendekatan ini menjawab persoalan klasik pelayanan publik antrean, jarak, dan waktu. Digitalisasi diharapkan memangkas ketiganya sekaligus.
Namun tantangannya tidak berhenti pada teknologi.
Efektivitas layanan digital sangat bergantung pada dua hal: kesiapan sistem dan adaptasi pengguna. Tanpa keduanya, inovasi berisiko berhenti sebagai fasilitas yang tersedia, tetapi tidak dimanfaatkan.
Dony menyebut, WAKEPO juga mulai digunakan sebagai dasbor informasi program, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG). Data yang ditampilkan bersifat real time mulai dari cakupan penerima hingga distribusi.
“Ini menjadi dasar pengambilan keputusan yang cepat dan akuntabel,” ujarnya.
Baca Juga:Kabupaten Sumedang Menjadi Titik Awal Digelarnya Kirab Budaya Tatar SundaKDM: Kirab Mahkota Binokasih Simbol Perjalanan Panjang Peradaban Sunda
Di sisi lain, peran media juga disorot dalam pertemuan tersebut. Asep Nurdin menyatakan komitmen untuk mendukung publikasi berbagai program pemerintah.
Kolaborasi ini, menurutnya, penting agar inovasi tidak hanya berjalan di internal birokrasi, tetapi juga diketahui masyarakat luas.
Di Sumedang, langkah digitalisasi terus didorong.Namun seperti banyak inovasi lainnya, keberhasilannya tidak ditentukan saat diperkenalkan melainkan saat benar-benar digunakan. (red)
