“Kami meminta bantuan kepolisian memastikan setiap kendaraan pengangkut ternak diperiksa kelengkapan dokumennya, baik dokumen kesehatan maupun kendaraan,” katanya.
Dalam pelaksanaan penyembelihan, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sumedang juga memberikan perhatian khusus terhadap aspek higienitas dan syariat Islam. Petugas juru sembelih halal (Juleha) telah mendapatkan pelatihan khusus.
“Juru sembelih harus muslim, akil baligh, kompeten dan memahami SOP penyembelihan yang baik serta memahami kualitas pangan asal hewan,” ujarnya.
Baca Juga:Lebih Dari 300 Siswa Berebut Porsi, Hanya 54 Calon Paskibraka Sumedang Lolos SeleksiJelang Iduladha, Diskop UKMPP Sumedang Gelar Pasar Murah untuk Ringankan Beban Warga
Setelah penyembelihan, tim juga melakukan pemeriksaan post mortem terhadap karkas dan organ dalam hewan kurban untuk memastikan daging aman dikonsumsi.
“Ada tiga rekomendasi hasil pemeriksaan. Pertama diterima seluruhnya, kedua diterima sebagian seperti kasus cacing hati, dan ketiga ditolak seluruhnya apabila membahayakan kesehatan manusia,” jelas Yuli.
Sementara itu, berdasarkan data supply-demand Iduladha 2026, Kabupaten Sumedang dipastikan surplus hewan kurban. Ketersediaan sapi potong mencapai 6.741 ekor dengan kebutuhan 2.552 ekor. Domba tersedia 20.169 ekor dengan kebutuhan 7.069 ekor, sedangkan kambing tersedia 5.700 ekor dengan kebutuhan 676 ekor.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumedang memastikan pelaksanaan Idul Adha tahun ini berjalan aman, sehat, dan sesuai syariat. (red)
