Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa perjalanan Cinta Batik Semarang menunjukkan bagaimana usaha yang dirintis dari keterbatasan dapat berkembang hingga menjangkau pelanggan dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.
Menurutnya, ketekunan dalam menjaga kualitas produk dan kemampuan beradaptasi menjadi faktor penting yang mendorong keberlanjutan usaha.
“Cinta Batik Semarang menunjukkan bahwa produk berbasis kearifan lokal dapat memiliki daya saing yang kuat ketika dikelola secara konsisten dan inovatif.
Baca Juga:Gelar RUPST Tahun Buku 2025, Pertamina Trans Kontinental Bukukan Kenaikan Laba Bersih 23%Pemkab Sumedang dan Kadin Jabar Dorong Investasi Kawasan Industri
Upaya menghadirkan batik ramah lingkungan sekaligus melestarikan warisan budaya menjadi contoh bagaimana UMKM dapat menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan.
BRI akan terus memperkuat peran LinkUMKM sebagai ekosistem pembelajaran dan pengembangan usaha agar semakin banyak UMKM yang mampu meningkatkan daya saingnya secara berkelanjutan,” pungkas Dhanny. (red)
