Di Jalan Cadas Pangeran, Perjalanan Sejenak Melambat

Di Jalan Cadas Pangeran, Perjalanan Sejenak Melambat
TSINGGAH: Deretan warung sederhana di kawasan atas Cadas Pangeran, Sumedang, menjadi tempat singgah favorit para pengendara yang melintas. Di bawah rindangnya pepohonan dan udara pegunungan yang sejuk, pengunjung dapat beristirahat sambil menikmati aneka jajanan dengan harga terjangkau sebelum melanjutkan perjalanan.(Erwin/Sumeks)
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES – ANGIN pegunungan berembus pelan menyapu kawasan Jalan Cadas Pangeran, Sumedang.

Di sepanjang jalur yang membelah perbukitan itu, deretan warung sederhana berdiri menghadap hamparan hijau yang menyejukkan mata. Aroma kopi, gorengan hangat bercampur dengan udara segar khas pegunungan.

Suasananya sejuk, jajanannya murah, dan pelayanannya ramah. Itulah kesan yang kerap dirasakan para pengendara yang singgah di kawasan atas Cadas Pangeran. Bagi mereka, tempat ini bukan sekadar lokasi untuk membeli makanan ringan, melainkan ruang persinggahan sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

Baca Juga:Apel Pagi Rutin Tingkatkan Disiplin dan Kesiapsiagaan Personel DamkarMiliki Cita-Cita Membangun Daerah Asal, Putra Papua Pilih Timba Ilmu di Politeknik Agraria STPN

Tak heran jika banyak kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, terlihat berhenti di tepian jalan. Sebagian pengendara memilih menikmati secangkir kopi, sebagian lainnya sekadar meregangkan otot sambil memandang lanskap perbukitan yang membentang di kejauhan.

Di sela aktivitas itu, terdengar obrolan ringan para pelancong yang memanfaatkan waktu istirahat. Ada yang baru pulang dari Bandung, ada pula yang sedang menuju Cirebon atau Majalengka. Semuanya seolah menemukan jeda yang tepat di kawasan bersejarah tersebut.

Salah seorang pengendara, Kasman K (35), mengaku kerap menyempatkan diri berhenti ketika melintasi Cadas Pangeran. Menurutnya, suasana yang nyaman menjadi alasan utama ia memilih beristirahat di lokasi tersebut.

“Kalau lewat sini hampir selalu berhenti. Udara sejuk, pemandangannya bagus, dan warung-warungnya juga ramah. Cocok untuk istirahat sebelum melanjutkan perjalanan,” ujarnya saat hendak menuju Majalengka.

Bagi Kasman, daya tarik kawasan ini bukan hanya terletak pada jajanan yang tersedia dengan harga terjangkau. Lebih dari itu, Cadas Pangeran menawarkan ketenangan yang sulit ditemukan di tengah padatnya aktivitas perjalanan.

Di tempat yang sama, para pedagang tampak melayani pengunjung dengan senyum hangat. Mereka memahami bahwa sebagian besar pelanggan datang untuk melepas lelah setelah menempuh perjalanan cukup jauh. Keramahan itulah yang membuat banyak orang memilih kembali singgah setiap kali melintasi jalur tersebut.

Di balik sejarah panjang yang melekat pada nama Cadas Pangeran, kawasan ini kini menghadirkan wajah lain yang lebih akrab bagi para pelintas jalan. Sebuah tempat sederhana untuk berhenti sejenak, menghirup udara segar pegunungan, menikmati kudapan hangat, lalu kembali melanjutkan perjalanan dengan tubuh dan pikiran yang lebih segar.

0 Komentar