Pasien Diduga Menunggu 12 Jam Tanpa Penanganan Dokter, RS Unpad Beri Klarifikasi

ILUSTRASI: Gedung Depan Rumah Sakit Universitas Padjadjaran.(Erwin/Sumeks)
ILUSTRASI: Gedung Depan Rumah Sakit Universitas Padjadjaran.(Erwin/Sumeks)
0 Komentar

Ia menjelaskan, selama berada di ruang rawat inap, kondisi pasien terus dipantau oleh perawat yang berkoordinasi dengan dokter jaga dan dokter spesialis jantung.

“Itu sudah SOP kami. Pemantauan dilakukan oleh perawat yang terus berkoordinasi dengan dokter jaga, dan dokter jaga pun berkomunikasi terus dengan dokter spesialis jantung,” ujarnya.

Yuli menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kondisi jantung pasien dinilai masih stabil sehingga belum memerlukan tindakan khusus atau tindakan medis lanjutan saat itu.

Baca Juga:Dua Bocah Kakak Beradik Jadi Korban Teror Air Keras, Penyelidikan Polisi Tertuju ke Lingkungan KeluargaBupati Sumedang Jemput Dukungan Kementerian PUPR, Usulkan Pembangunan SPAM Ujung Jaya dan Infrastruktur Strate

“Karena hasilnya kondisi jantung pasien masih aman, sehingga belum membutuhkan langkah tindakan. Jadi kontrol dilakukan dengan menempatkan pasien di ruang rawat inap,” jelasnya.

Pihak rumah sakit juga menyebut pasien sebenarnya masih direkomendasikan menjalani perawatan. Namun keluarga memutuskan untuk pulang atas permintaan sendiri setelah menyelesaikan administrasi rumah sakit.

“Keluarga pasien memutuskan untuk pulang. Itu keputusan mandiri sehingga kami tidak bisa melarang apabila keluarga memilih pulang,” pungkasnya.(win)

0 Komentar