KOTA – Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang memperkuat berbagai strategi pencegahan untuk menekan laju penularan HIV dan infeksi menular seksual (IMS). Upaya tersebut dilakukan melalui layanan skrining aktif, konseling, edukasi kesehatan reproduksi, hingga pembentukan konselor sebaya di kalangan remaja.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang Surdi Sudiana mengatakan pencegahan menjadi langkah paling penting untuk mengendalikan penyebaran HIV, terutama di tengah tingginya kerentanan kelompok usia produktif.
Menurut dia, Dinas Kesehatan telah mengoptimalkan Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) di seluruh puskesmas sebagai ruang konsultasi yang aman dan rahasia bagi remaja. Melalui layanan tersebut, remaja dapat memperoleh informasi mengenai kesehatan reproduksi, pencegahan penyakit menular seksual, hingga pendampingan psikologis.
Baca Juga:Tanamkan Literasi Sejak Dini, Kadis Arpus Sumedang: Matikan Gawai, Hidupkan CeritaBunda Literasi Sumedang: Kekerasan Anak Masih Tinggi, Literasi Digital Harus Diperkuat
Selain itu, Dinas Kesehatan juga menjalankan layanan Mobile Voluntary Counselling and Testing (VCT) yang menyasar kelompok rentan. Program ini memungkinkan petugas kesehatan melakukan konseling dan pemeriksaan HIV secara lebih luas untuk mempercepat deteksi dini dan pengobatan.
“Kami tidak hanya fokus pada penanganan kasus, tetapi juga memperkuat pencegahan melalui edukasi, skrining, dan pendampingan kepada kelompok yang berisiko,” kata Surdi dalam pemaparan materi kesehatan reproduksi remaja di Sumedang, Rabu, 24 Juni 2026, kemarin.
Upaya lainnya dilakukan melalui pembentukan konselor sebaya. Program ini melatih remaja menjadi agen perubahan yang mampu menyampaikan informasi kesehatan reproduksi kepada teman-teman seusianya.
Menurut Surdi, pendekatan teman sebaya dinilai lebih efektif karena pesan-pesan edukasi lebih mudah diterima dan dipahami oleh kalangan remaja.
Dinas Kesehatan juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam pencegahan HIV. Orang tua didorong membangun komunikasi yang terbuka dengan anak agar mereka memiliki pemahaman yang benar mengenai kesehatan reproduksi dan mampu menghindari perilaku berisiko.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, selama periode Januari hingga Mei 2026 tercatat 57 kasus HIV. Temuan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk memperkuat program edukasi, deteksi dini, dan pendampingan kepada masyarakat.
Surdi menilai pengendalian HIV tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan. Keterlibatan keluarga, sekolah, komunitas, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun kesadaran bersama mengenai pencegahan penyakit tersebut.
