Warga Cimalaka Gelar Aksi Protes Tolak Revitalisasi Pasar, Minta Pemerintah Dengarkan Aspirasi Pedagang

Warga Cimalaka Gelar Aksi Protes Tolak Revitalisasi Pasar, Minta Pemerintah Dengarkan Aspirasi Pedagang
AKSI PROTES: Puluhan warga dan pedagang menggelar aksi di depan Pasar Cimalaka, Kecamatan Cimalaka, Senin (6/7/2026), sebagai bentuk penolakan terhadap rencana revitalisasi pasar. Massa meminta pemerintah membuka ruang dialog dan memastikan hak-hak pedagang tetap terlindungi sebelum pelaksanaan proyek dilakukan. (Azri/Sumeks)
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES, CIMALAKA – Puluhan warga dan pedagang menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Pasar Cimalaka, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Senin (6/7/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap rencana revitalisasi Pasar Cimalaka yang dinilai belum melibatkan aspirasi seluruh pedagang dan masyarakat terdampak.

Dalam aksi tersebut, massa membentangkan sejumlah spanduk berisi tuntutan serta melakukan orasi di depan pintu masuk pasar. Mereka meminta Kepala Desa Cimalaka dan pengelola pasar meninjau kembali rencana revitalisasi hingga tercapai kesepakatan yang dinilai adil bagi seluruh pedagang.

Sejumlah peserta aksi mengaku tidak menolak pembangunan pasar, namun meminta pemerintah desa lebih terbuka dalam menyampaikan konsep revitalisasi, mekanisme relokasi, hingga kepastian hak para pedagang setelah proyek selesai dilaksanakan.

Baca Juga:Gig EconomyPendaftar Melonjak di SMAN 2 Cimalaka Kuota terbatas

Salah seorang peserta aksi Yayat (45), menyampaikan bahwa revitalisasi seharusnya menjadi solusi untuk meningkatkan fasilitas pasar, bukan justru menimbulkan keresahan di kalangan pedagang.

“Kami bukan menolak pembangunan, tetapi kami ingin ada kejelasan. Jangan sampai pedagang kehilangan tempat usaha atau mata pencaharian karena proses revitalisasi yang belum jelas,” ujarnya.

Selain itu, warga juga berharap pemerintah membuka ruang dialog yang lebih luas agar setiap kebijakan dapat diterima oleh seluruh pihak tanpa menimbulkan konflik di tengah masyarakat.

Hal senada disampaikan Yani (38), Ia berharap pemerintah desa khususnya lebih mengedepankan musyawarah sebelum mengambil keputusan.

“Kami hanya ingin diajak berdiskusi. Kalau memang pasar mau direvitalisasi, jelaskan mekanismenya, tempat relokasinya di mana, bagaimana nasib kami setelah pembangunan selesai. Jangan sampai kami hanya menerima keputusan tanpa pernah didengar pendapatnya,” katanya.

Menurut mereka, Pasar Cimalaka merupakan pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang menjadi sumber penghidupan bagi ratusan pedagang. Oleh karena itu, setiap kebijakan yang menyangkut keberlangsungan pasar perlu disusun secara transparan dengan mengedepankan musyawarah.

Hingga aksi berlangsung, massa meminta pemerintah desa segera melakukan audiensi bersama perwakilan pedagang untuk mencari solusi terbaik terkait rencana revitalisasi Pasar Cimalaka. (azr)

0 Komentar