Literasi Sains Warnai KKN Mahasiswa IPB di Cibeureum Wetan, Edukasi Mitigasi Longsor hingga Budidaya Ikan

KKN IPB
Delapan mahasiswa IPB menjalankan KKN di Desa Cibeureum Wetan, Sumedang, dengan program literasi sains, edukasi mitigasi longsor, penanaman pohon, budidaya ikan, hingga penyusunan sejarah desa untuk pemberdayaan masyarakat.
0 Komentar

Sementara itu, di bidang literasi sejarah, tim KKN tengah menyusun sejarah Desa Cibeureum Wetan yang nantinya akan dicetak dan dipasang di Balai Desa sebagai media edukasi bagi masyarakat mengenai identitas dan perjalanan desa.

Beragam kegiatan tersebut menjadi implementasi Enam Literasi Dasar. Literasi sains diwujudkan melalui edukasi mitigasi longsor, penanaman pohon, dan penyuluhan budidaya ikan. Literasi baca-tulis dikembangkan melalui penyusunan sejarah desa, sedangkan literasi digital diterapkan dengan memanfaatkan media film sebagai sarana pembelajaran.

Literasi budaya dan kewargaan tercermin dari pelestarian sejarah desa serta keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Sementara literasi finansial dikenalkan melalui peluang ekonomi dari budidaya ikan, dan literasi numerasi diperkuat melalui pemahaman sederhana mengenai pengelolaan sumber daya alam.

Baca Juga:Pendaftaran Calkades Cibeureum Wetan Dibuka, Warga Diajak Aktif Awasi Pilkades 2026Cipanas Ciledre Dinilai Layak Jadi Proyek Percontohan Pengabdian ICMI Sumedang

Tim KKN IPB di Desa Cibeureum Wetan terdiri atas Arrayan Farouq (Koordinator Desa), Adelia Gita, Sekar Citta, Nadiyatun Nabila, Emir Rembrandt Ghozali, Sania Aulia, Miratsullaila Zahra, dan Rifky Alfatah, yang berasal dari berbagai departemen di IPB.

Melalui rangkaian program tersebut, kehadiran mahasiswa IPB di Desa Cibeureum Wetan diharapkan tidak hanya memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga meninggalkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, pemuda, dan warga menjadi modal penting dalam memperkuat budaya literasi, kepedulian terhadap lingkungan, serta pengembangan potensi desa secara berkelanjutan.***

0 Komentar