“Kami tidak diam. Sudah tiga kali kami perbaiki, tetapi karena tanahnya terus bergerak, jalan kembali amblas. Untuk penanganan sementara, bagian jalan yang mengalami amblas akan kami perbaiki terlebih dahulu agar tetap nyaman dan aman digunakan masyarakat,” tegasnya.
Di sisi lain, untuk penanganan permanen, Pemkab Sumedang telah menyiapkan Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar pembangunan trase baru. Pemindahan jalur tersebut dinilai menjadi solusi jangka panjang agar persoalan kerusakan akibat pergerakan tanah tidak terus berulang dan anggaran daerah tidak terus terserap untuk perbaikan di lokasi yang sama.
“DED untuk pemindahan trase sudah kami siapkan. Kami juga akan menyiapkannya dalam anggaran perubahan. Insyaallah, tahun depan penanganan permanennya bisa selesai melalui jalur yang baru,” tutur Bupati.
Baca Juga:Pastikan RSUD Limbangan Tidak Mangkrak, Yodi: Tahun 2028 Kita Persiapkan untuk OperasionalAjak Generasi Muda Tolak Narkoba, Kepala BNN: Harus Berani Katakan Say No to Drugs
Dony berharap proses rekomendasi dan perizinan dari Kementerian Kehutanan dapat segera dituntaskan sehingga pembangunan trase baru dapat segera dimulai.
“Kami berharap kementerian segera memberikan rekomendasi kepada kami. Kami ingin persoalan ini segera diselesaikan secara permanen karena yang paling utama adalah keselamatan masyarakat. Kami tidak ingin sampai terjadi kecelakaan akibat kondisi jalan yang terus mengalami amblas,” pungkasnya. (red)
