Ketiga, Indonesia yang makmur diwujudkan melalui karya dan kemanfaatan. Kemakmuran, kata KH. Sa’dulloh, bukan semata-mata tentang banyaknya harta. Bagi seorang santri, kemakmuran adalah ketika hati dipenuhi ilmu dan keberadaannya memberikan manfaat bagi orang lain.
“Ketika kalian lulus nanti, jadilah pelita di tengah masyarakat. Makmurkan masjid, majelis ilmu, dan bawa kesejukan Islam yang rahmatan lil ‘alamin ke seluruh penjuru Nusantara,” pesannya.
Di akhir amanat, KH. Sa’dulloh menegaskan bahwa para santri merupakan bagian penting dari masa depan Indonesia. Dari lingkungan pesantren, akan lahir ulama, pemimpin bangsa, dan para profesional yang memiliki ilmu sekaligus ketakwaan.
Baca Juga:Ribuan Warga Serbu Kolam Al Kamil, 1,5 Ton Ikan Ditebar untuk Meriahkan HUT RIPiala Dony-Yoshua U-21 Siap Digelar, Total Hadiah Tembus Rp90 Juta
“Setiap ayat yang kalian hafal dan setiap baris kitab yang kalian kaji adalah kontribusi nyata bagi kejayaan Indonesia,” pungkasnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa mengisi kemerdekaan tidak selalu harus dengan hal-hal besar. Belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga akhlak, memperkuat ilmu, dan memberikan manfaat bagi sesama adalah bentuk perjuangan santri untuk Indonesia. (red)
