“Penjadwalan ini bukan soal memilih siapa yang diprioritaskan, melainkan mengatur katup hidrolika agar air secara bertahap bisa mencapai ujung jaringan,” katanya.
Imas mengibaratkan jaringan air seperti sistem yang memiliki karakter aliran tersendiri.
Air bergerak dari wilayah dengan tekanan lebih tinggi menuju tekanan lebih rendah dan sangat dipengaruhi kondisi jaringan serta gravitasi.
Baca Juga:Imbas Fluktuasi Tegangan Listrik, Perumda Tirta Medal: Mohon Maaf Atas Gangguan Layanan AirImbas Fluktuasi Tegangan Listrik, Perumda Tirta Medal: Mohon Maaf Atas Gangguan Layanan Air
Karena itu, menurutnya, tidak tepat jika keterlambatan aliran di suatu wilayah langsung dianggap sebagai bentuk ketidakadilan atau pilih kasih dalam pelayanan.
Perumda Tirta Medal juga mengajak pelanggan untuk ikut membantu pemerataan distribusi. Pelanggan yang berada di wilayah lebih rendah dan sudah mendapatkan aliran air diminta menggunakan air secara bijak serta menutup keran ketika tidak digunakan.
“Kami mengimbau semangat solidaritas bertetangga. Bagi pelanggan di dataran rendah yang airnya sudah mengalir, mohon kebijaksanaannya untuk menampung air secukupnya dan mematikan keran jika tidak dipakai,” tutur Imas.
Menurutnya, penggunaan air secara bijak dapat membantu mengurangi beban konsumsi pada jaringan sehingga tekanan air memiliki kesempatan untuk bergerak menuju wilayah yang lebih tinggi dan berada di ujung jaringan.
Di sisi lain, Perumda Tirta Medal memastikan upaya perbaikan pelayanan terus dilakukan. Petugas di berbagai cabang dan unit pelayanan saat ini melakukan pengaturan dan pemerataan tekanan secara bertahap sesuai kondisi jaringan masing-masing wilayah.
Perumda juga terus mengoptimalkan network management serta mencari alternatif sumber air baru untuk memperkuat kapasitas pelayanan ke depan.
“Dukungan, pemahaman, dan kebijaksanaan pelanggan dalam menggunakan air merupakan energi besar bagi kelancaran pelayanan bersama,” pungkas Imas. (red)
