Bukan Soal Pilih Kasih, Ini Fakta Hidrolika di Balik Air yang Mengalir ke Rumah Pelanggan

Bukan Soal Pilih Kasih, Ini Fakta Hidrolika di Balik Air yang Mengalir ke Rumah Pelanggan
Bukan Soal Pilih Kasih, Ini Fakta Hidrolika di Balik Air yang Mengalir ke Rumah Pelanggan
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES – Keluhan mengenai penggiliran hingga keterlambatan distribusi air di sejumlah wilayah pelayanan Perumda Air Minum Tirta Medal Kabupaten Sumedang terus mendapat perhatian.

Namun, kondisi tersebut bukan disebabkan adanya pilih kasih dalam menentukan pelanggan yang mendapat aliran air lebih dulu.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Medal Sumedang, Hj Imas Permasih menjelaskan pola distribusi air sangat dipengaruhi kondisi sumber air, kontur wilayah, tekanan jaringan hingga jarak pelanggan dari jaringan utama.

Baca Juga:Imbas Fluktuasi Tegangan Listrik, Perumda Tirta Medal: Mohon Maaf Atas Gangguan Layanan AirImbas Fluktuasi Tegangan Listrik, Perumda Tirta Medal: Mohon Maaf Atas Gangguan Layanan Air

Menurut Imas, persoalan tersebut merupakan konsekuensi teknis dalam sistem penyediaan air minum (SPAM), khususnya penerapan hukum fisika dan kaidah hidrolika.

“Kami sangat memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan, terutama yang mengalami keterlambatan atau tidak kebagian air secara merata. Ini merupakan tantangan teknis penyediaan air bersih,” ujar Imas, Minggu (23/8).

Imas menjelaskan, sedikitnya terdapat empat faktor utama yang memengaruhi pemerataan distribusi air di jaringan Perumda Tirta Medal.

Pertama, fluktuasi debit air baku dari sumber. Ketika debit sumber mengalami penurunan, tekanan di jaringan transmisi ikut berkurang.

“Kondisi ini membuat volume air yang dapat didistribusikan tidak bisa langsung menjangkau seluruh pelanggan secara bersamaan,” katanya.

Kedua, perbedaan elevasi atau ketinggian wilayah. Secara hidrolika, air akan lebih mudah mengalir ke wilayah dengan elevasi lebih rendah.

Pelanggan yang berada di dataran rendah dan menengah umumnya akan menerima aliran lebih dahulu.

Baca Juga:2,6 Ton Metamfetamin Cair Disita dari Kapal Berbendera Tanzania di KarimunDony: Smart City Bukan Sekadar Canggih, Tapi Harus Karasa dan Terasa oleh Masyarakat

“Ketika konsumsi di wilayah rendah cukup tinggi bersamaan dengan pembukaan katup, tekanan air bisa habis di area tersebut. Akibatnya, daya dorong air untuk mencapai pelanggan di wilayah yang lebih tinggi menjadi berkurang,” jelas Imas.

Faktor ketiga adalah jarak dan kehilangan tekanan atau head loss. Semakin jauh rumah pelanggan dari pipa distribusi utama, semakin besar hambatan aliran akibat gesekan air dengan dinding pipa.

“Karena itu, meskipun pengaliran dibuka dalam waktu yang sama, air belum tentu tiba di setiap rumah secara bersamaan. Jarak dari titik distribusi menjadi salah satu faktor yang menentukan,” terang Imas.

Keempat, lanjut Imas, penjadwalan distribusi mengikuti pola hidrolika jaringan. Petugas tidak dapat menentukan secara bebas rumah atau wilayah mana yang harus mendapatkan air terlebih dahulu.

0 Komentar