Sejumlah platform digital juga diperkenalkan sebagai alternatif pendukung pembelajaran, di antaranya Google Classroom, Learning Management System (LMS), dan Microsoft Teams.
Menurut Prof Ayi, Penerapan teknologi dalam pembelajaran Penjas tidak terlepas dari berbagai tantangan.
Salah satu kendala yang masih dihadapi adalah keterbatasan akses internet, terutama di wilayah pegunungan. Selain itu, terdapat kekhawatiran bahwa penggunaan teknologi secara berlebihan dapat mengurangi intensitas aktivitas fisik siswa.
Baca Juga:Gebyar HUT RI Ke 81 Desa Licin, Gerak Jalan Sehat Pererat Kebersamaan WargaMeriahkan HUT RI 81 dan Milangkala Desa Jatimulya Gelar Gebyar Jalan Santai
Keterbatasan literasi digital, khususnya di kalangan sebagian guru senior, juga menjadi tantangan tersendiri dalam proses transformasi pembelajaran.
Namun, Prof. Ayi juga menegaskan bahwa teknologi tidak dimaksudkan untuk menggantikan aktivitas fisik dalam pembelajaran Penjas. Sebaliknya, teknologi harus ditempatkan sebagai alat bantu yang digunakan secara proporsional dan sesuai kebutuhan materi.
Materi seperti teknik lari, renang, maupun passing dalam permainan olahraga, misalnya, dapat diperkuat dengan video atau animasi agar siswa lebih mudah memahami gerakan. Setelah itu, siswa tetap diarahkan untuk mempraktikkan gerakan secara langsung.
“Melalui inovasi dan pembaruan digital ini, pemahaman gerak siswa akan lebih baik, kebugaran jasmani tetap terjaga, dan kompetensi siswa baik secara kognitif, afektif, maupun psikomotor akan jauh lebih berkualitas dibanding metode kompensional,” tutur Prof. Ayi.
Kegiatan PkM tersebut diharapkan dapat mendorong guru Penjas di tingkat sekolah dasar untuk terus berinovasi dalam menciptakan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, tanpa meninggalkan tujuan utama pendidikan jasmani, yakni membangun kemampuan gerak sekaligus menjaga kebugaran dan perkembangan kompetensi siswa secara menyeluruh.
Pada pelaksanaan pembelajaran berbasis digitalpun tetap memperhatikan sistematika pembelajaran penjas yg konprehensip adanya pembukaan berbentuk pemanasan atau warning up yg disusul kegiatan pokok atau content secara metodologis dan kegiatan penutup atau colling down dan penenangan. (ahm)
