SUMEDANGEKSPRES – Mengusung Tema Pemberdayaan Guru Penjas Dalam Memanfaatkan Teknologi Digital Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Gerak.
Program Studi Pendidikan Jasmani (Prodi Penjas) UPI Kampus Sumedang, menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang menyasar guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (Penjas) tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang.
Kegiatan tersebut diikuti 30 guru Penjas dengan fokus utama meningkatkan kualitas pembelajaran gerak melalui pemanfaatan teknologi digital.
Baca Juga:Gebyar HUT RI Ke 81 Desa Licin, Gerak Jalan Sehat Pererat Kebersamaan WargaMeriahkan HUT RI 81 dan Milangkala Desa Jatimulya Gelar Gebyar Jalan Santai
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai penggunaan berbagai teknologi dan media digital untuk menunjang proses pembelajaran Penjas.
Pemanfaatan aplikasi, smartphone, video, animasi, hingga platform pembelajaran digital dinilai dapat membuat pembelajaran lebih menarik dan relevan dengan karakteristik peserta didik saat ini.
Guru Besar Penjas, Prof. Dr. H. Ayi Suherman, M.Pd., mengatakan pemanfaatan teknologi menjadi salah satu langkah penting untuk mendorong transformasi pembelajaran Penjas di sekolah dasar.
“Kami ingin memberdayakan kinerja guru Penjas di sekolah dasar agar memanfaatkan teknologi digital—baik melalui aplikasi, media smartphone, video, maupun animasi—sehingga pembelajaran Penjas menjadi lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan siswa Generasi Z,” ujar Prof. Ayi.
Tiga Tahapan Pembelajaran Digital
Prof. Ayi menjelaskan bahwa penerapan teknologi dalam pembelajaran Penjas tetap harus berlandaskan prinsip pendagogi. Menurutnya, terdapat tiga tahapan utama yang perlu diperhatikan guru, yakni perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.
Pada tahap perencanaan, guru menyusun bahan ajar berdasarkan kurikulum, mulai dari materi cabang olahraga, gerak dasar, hingga kesehatan. Materi tersebut kemudian dikembangkan ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang didukung media digital.
Selanjutnya, pada tahap pelaksanaan, teknologi dapat digunakan sebagai media pendukung pembelajaran di lapangan. Guru dapat memanfaatkan aplikasi kebugaran, smartwatch, modul digital, maupun media audio visual untuk meningkatkan motivasi dan minat siswa dalam mengikuti pembelajaran.
Baca Juga:Selembar Sertipikat Menjaga Amanah Tanah WakafSemarak HUT RI ke 81 Kecamatan Sumedang Utara Gelar Lomba Hiburan
Sementara pada tahap evaluasi, penilaian dilakukan secara autentik melalui pengamatan terhadap proses dan hasil belajar siswa. Pendekatan deskriptif dan observasi dinilai penting untuk melihat perkembangan kompetensi siswa secara menyeluruh.
