186 Pasien DBD Menjalani Perawatan di RSUD

ISTIMEWA: Perawat melintas di ruang Kenanga I RSUD Sumedang, salah satu ruangan yang dipakai untuk merawat pa
ISTIMEWA: Perawat melintas di ruang Kenanga I RSUD Sumedang, salah satu ruangan yang dipakai untuk merawat pasien DBD, kemarin.
0 Komentar

sumedangeskpres, KOTA – Maraknya kasus demam berdarah di Sumedang, mengharuskan semua masyarakat peduli terhadap kebersihan rumah dan lingkungan. 

Jangan sampai anggota keluarga jatuh sakit hingga dirawat berhari-hari, lantaran gigitan nyamuk aides aigefty. 

Sebagai mana disampaikan Humas RSUD Sumedang, Rudianto, pasien yang menjalani perawatan di RSUD Sumedang sebanyak 186 orang, sejak bulan Januari hingga awal Maret 2024.

Baca Juga:Rawan Kejahatan, Patroli Malam DisiagakanJelang Puasa Sembako Naik

“Tanggal 5 Maret hanya terdapat dua pasien, bulan Februari ada 57 pasien dan bulan Januari 127 pasien,” katanya, melalui aplikasi perpesanan yang diterima Sumeks, Selasa (5/3). 

Sebelumnya diberitakan, sejak bulan Januari hingga Februari  tahun 2024, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang mencatat sebanyak 638 kasus demam berdarah. Dua di antaranya meninggal dunia. 

“Kasus terbesar ada di Puskesmas Conggeang, sebanyak 79 kasus,” kata Sub Koordinator  Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Tidak Menular (P2PM PTM) Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, Aan Sugandi di ruang kerjanya. 

Sedangkan dua pasien meninggal dunia, merupakan pasangan suami isteri,  warga Kecamatan Jatinangor, yang saat itu dirawat di Puskesmas Cisempur. 

“Keduanya meninggal dunia hampir berbarengan di hari yang sama, pada akhir Januari lalu,” tuturnya. 

Dia mengatakan, meskipun hanya baru dua bulan, namun jumlah kasus tersebut hampir setengahnya jika dibandingkan kasus yang terjadi pada tahun 2023 lalu. 

“Sepanjang tahun 2023, tercatat ada 1.079 kasus. Dengan jumlah kasus tertinggi berada di puskesmas Sumedang Selatan,” terangnya.

Baca Juga:Kedua Kali, Maling Kencleng Pecahkan Kaca Masjid638 Kasus Warga Terjangkit DBD, Akibatnya Pasutri Asal Jatinangor Meninggal Dunia

Sedangkan jumlah angka kematian mencapai tiga kasus, yakni dua orang warga Kecamatan Jatinunggal dan satu orang lainnya warga Kecamatan Jatinangor. 

Untuk mengantisipasi kejadian tersebut, pihaknya melalukan pemberantasan sarang nyamuk, secara menyeluruh. 

“Namun yang menjadi pernasalahan sekarang adalah, hampir setiap wilayah yang memiliki kasus DBD, beik melalui aparatur maupun secara langsung melalui masyarakat, selalu ingin dilakukan fogging (pengasapan),” terangnya. 

Padahal menurut dia, fogging merupakan langkah akhir, apabila sudah dilakukan pemberantasan sarang nyamuk dan dilakukan secara menyeluruh mulai dari luar hingga ke dalam rumah. 

“Masih ada pemahaman masyarakat, bahwa fogging itu penyemprotan hanya dilakukan di luar rumah saja, mereka enggan jika seluruh ruangan rumahnya difogging,” katanya. 

0 Komentar