Bolehkah Baca Niat Puasa Ramadan di Pagi Hari karena Lupa?

Bolehkah Baca Niat Puasa Ramadan di Pagi Hari karena Lupa?
Bolehkah Baca Niat Puasa Ramadan di Pagi Hari karena Lupa? (ist/Dok shutterstock)
0 Komentar

sumedangekspres – Bolehkah Baca Niat Puasa Ramadan di Pagi Hari karena Lupa?

Niat berpuasa Ramadan dianjurkan untuk dibaca pada malam hari, setelah sahur, dan sebelum fajar.

Madzhab Syafii menyatakan bahwa niat merupakan salah satu rukun puasa Ramadan, bersama dengan menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkan puasa.

Baca Juga:Jangan Paksakan Puasa Ramadhan ke Anak! Ajarkan Secara Bertahap4 Rekomendasi Tempat Ngabuburit di Sumedang, Bikin Lupa Waktu, Tau-tau Maghrib

Rukun puasa dianggap sebagai hal yang wajib dilaksanakan saat menjalankan puasa, dan apabila salah satu rukun tersebut tidak terpenuhi, maka puasa dianggap tidak sah atau batal.

Berdasarkan informasi dari baznas.go.id, para ulama menegaskan bahwa waktu yang tepat untuk membaca niat puasa Ramadan adalah di malam hari, sebelum terbit fajar (Subuh).

Dalam konteks ini, “malam” diartikan sebagai waktu antara Maghrib hingga sebelum terbit fajar. Rasulullah SAW dalam hadits mengatakan, “Barangsiapa yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak sah puasanya.” (HR. An-Nasa’i dan Abu Dawud).

Namun, muncul pertanyaan apakah membaca niat puasa Ramadan di pagi hari juga diperbolehkan.

Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai sah atau tidaknya puasa Ramadan jika niat dibaca pada pagi hari atau siang hari karena lupa membacanya pada malam hari.

Madzhab Syafii berpendapat bahwa membaca niat puasa Ramadan di pagi atau siang hari tidak sah, seperti yang dikutip dari NU Online.

Sementara itu, kalangan Madzhab Hanafi menyatakan bahwa membaca niat puasa Ramadan di pagi hari tetap sah, hanya saja puasanya dianggap kurang sempurna.

Baca Juga:Jadwal Buka Puasa Kabupaten Sumedang, Rabu 13 Maret 2024Tim Pendamping Keluarga sebagai Solusi Tanggap Stunting

Sebagai tindakan pencegahan, jika seseorang lupa membaca niat puasa di malam hari, disarankan untuk membacanya segera setelah mengingatnya pada pagi atau siang hari dan tetap melanjutkan puasanya.

Perbedaan pendapat ini mencerminkan variasi dalam interpretasi dan praktik agama Islam, sehingga diharapkan umat Islam dapat memahami perbedaan ini dengan penuh toleransi. Wallahu A’lam.

Selain itu, perlu dicatat bahwa menurut Madzhab Syafii, orang yang akan berpuasa sepanjang bulan Ramadan diharapkan membaca lafal niat setiap malam.

Namun, Madzhab Maliki mengizinkan pembacaan niat puasa Ramadan cukup sekali pada awal bulan tersebut.

0 Komentar