Bulan Ramadan, Kawasan Ngabuburit Menjamur

TATA DAGANGAN: Para pedagang di Alun-alun Conggeang mulai menata dagangan mereka menjelang berbuka puasa.
TATA DAGANGAN: Para pedagang di Alun-alun Conggeang mulai menata dagangan mereka menjelang berbuka puasa.
0 Komentar

sumedangekspres, KOTA – Bulan Ramadan menjadi bulan yang dinanti umat muslim di Indonesia. Dimana, berbagai tradisi unik di setiap daerah akan berlangsung selama Bulan Ramadan. Di antaranya, tradisi ‘Ngabuburit’, ‘Obrog-obrog serta lainnya.  

Tradisi ‘Ngabuburit’ atau aktivitas menanti azan magrib menjadi ciri khas di tanah Pasundan, bahkan sudah mulai menular ke seluruh pelosok Indonesia. Berbagai cara dilakukan masyarakat dalam dalam kegiatan ‘Ngabuburit’ seperti mencari makanan takjil untuk buka puasa.

Ngabuburit di wilayah Kecamatan Conggeang biasanya berpusat di Alun-alun Conggeang. Tampak, saat menjelang berbuka puasa, warga memenuhi kawasan Alun-alun Conggeang untuk membeli makanan takjil. 

Baca Juga:Penemuan Benda Purbakala Jadi Magnet GeoparkCuaca Ekstrem, Waspada Bencana Longsor, Diprediksi Berlangsung Hingga Akhir Ramadan

“Disini sangat banyak kuliner untuk berbuka. Kami biasanya datang kesini untuk memilih berbagai takjil yang tersedia karena banyak pilihan,” kata seorang warga setempat, Lia kepada Sumeks, baru-baru ini.

Dikatakan, para pedagang menyediakan takjil seperti kolak, es kelapa, sop buah ataupun lainnya. Para pengunjung pun antusias memilih. 

“Para pengunjung datang dari berbagai pelosok Kecamatan Conggeang, bahkan ada yang datang dari luar Kecamatan Conggeang,” jelasnya. 

Sementara itu, sebagian warga di Desa Haurngombong Kecamatan Pamulihan melakukan mapag azan magrib atau ngabuburit, dengan memburu kuliner di Lapangan Sepakbola Desa Haurngombong. Disana tampak tersedia minuman dan makanan seperti jus buah, kolak, cendol termasuk makanan berat seperti bakso dan sebagainya.

Warga setempat, Dewi (35) mengaku rutin datang ke pasar kaget berburu menu buka puasa.

“Ya, seru saja. Di sini banyak olahan makanan serta minuman buat buka puasa,” ujar Dewi.

Dikatakan, harganya pun cukup terjangkau yang juga banyak pilihannya.

“Dari pada harus jauh-jauh ke Pasar Parakanmuncang atau Tanjungsari, disini lebih asik sembari ngabuburit,” ujar dia.

Baca Juga:SMPN 2 Sumedang Isi Ramadan dengan PeskiPelaku Perang Sarung Berujung Minta Maaf

Menurutnya, ada yang menarik saat ngabuburit di sana yakni dengan adanya aneka mainan untuk anak.

“Pengunjung bukan hanya ngabuburit dan mencari makanan buka puasa saja, tapi bisa memanjakan putra putrinya menikmati beragam mainan seperti naik kuda dan sebagainya,” ucap Dewi.

Dewi menjelaskan, momen tersebut menjadi nilai berkah bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM) warga setempat.

0 Komentar