Unpad Kembangkan Vaksin Penyakit Gumboro pada Ayam

Unpad Kembangkan Vaksin Penyakit Gumboro pada Ayam
Unpad Kembangkan Vaksin Penyakit Gumboro pada Ayam
0 Komentar

sumedangekspres, JATINANGOR – Dosen Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran Ari Hardianto, Ph.D mengatakan bahwa hewan dapat menjadi salah satu faktor dari berbagai penyakit yang menginfeksi manusia. Hal tersebut menjadi salah satu pendorong bagi Ari dan tim untuk mengembangkan vaksin penyakit gumboro pada ayam dengan konsep One Health Vaccinology.

“Jadi artinya jika kita ingin menciptakan kesehatan manusia secara menyeluruh, kita juga harus memperhatikan kesehatan hewan, lingkungan, dan pada akhirnya akan menciptakan kesehatan manusia secara utuh,” ujar Ari dalam siniar InovTalks yang ditayangkan di Kanal YouTube Unpad, Jumat (3/5/2024).

Ari menjelaskan, penyakit gumboro dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh pada ayam dan menyebabkan ayam lebih mudah mati ketika diserang penyakit lain. Pada umumnya penyakit ini akan menyerang ayam yang baru menetas, sehingga menyebabkan kerugian yang cukup besar bagi para peternak. Penelitian vaksin yang bekerja sama dengan PT Tekad Mandiri Citra ini sudah dimulai sejak tahun 2019.

Baca Juga:Lima Cabang Olahraga Lolos ke Popda JabarAir Bersih di Ujungjaya Aman Walau Kemarau Panjang

Kandidat vaksin gumboro yang sedang dikembangkan adalah vaksin berbasis protein rekombinan. Teknik vaksin protein rekombinan dipilih karena memiliki tingkat efektivas yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan teknik lainnya, seperti dengan melemahkan atau mematikan virus pada vaksin.

Pengembangan vaksin dengan teknik tersebut juga dapat disesuaikan dengan karakteristik virus yang ada di Indonesia.

“Kalau dimatikan, maka menambahkan bahan kimia tertentu yang mengubah karakteristik dari virus tersebut. Sementara vaksin itu akan membangkitkan respon kekebalan tubuh yang spesifik. Ketika (karakteristik virus) berubah, maka akan spesifik mengenali yang berubah tadi, sehingga ketika bertemu dengan virus aslinya bisa jadi tidak akan terlalu efektif hingga efikasinya akan berkurang,” kata Ari.

Lebih lanjut Ari menjelaskan melalui program Matching Fund pada tahun 2023, pengembangan vaksin gumboro ini sedang dalam proses pengujian kandidat vaksin yang dilakukan oleh Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH). Ari juga menyampaikan harapannya agar proses pengujian kandidat vaksin ini segera mendapatkan hasil yang baik hingga berbuah sebagai produk vaksin yang memberikan banyak manfaat.

0 Komentar