Menurutnya, sebenarnya ada beberapa ide lain yang sempat mengemuka, seperti mengangkat seni buhun beluk atau potensi peternakan domba. Namun, akhirnya tema air bersih dan pelestarian alam dipilih karena dinilai paling relevan dengan kondisi masyarakat Darmaraja.
Dengan peralatan sederhana dan semangat gotong royong, KIM Darmaraja akhirnya mampu membuktikan bahwa pesan kuat tak selalu lahir dari teknologi mahal. Igun pun mengaku bersyukur atas capaian tersebut.
“Alhamdulillah, meski dengan peralatan seadanya, kami bisa lolos dan meraih juara 2. Ini jadi motivasi besar bagi kami,” pungkasnya.
Baca Juga:Perayaan Natal Jemaat Kristen Sumedang 2025 Tebarkan Pesan Keharmonisan dan Toleransi Beragama45 Kumpulan Lagu Natal Lama dan Terbaru 2025, Lengkap Dengan Liriknya
Dari tripod bambu hingga ratusan bibit pohon, kisah KIM Darmaraja menjadi bukti bahwa kreativitas, kepedulian, dan ketulusan masih menjadi fondasi utama dalam pembangunan berbasis masyarakat. (red)
