Spanduk Liar Menjamur, Wajah Jatinangor Kian Semrawut

Spanduk Liar
RUSAK ESTETIKA: Spanduk liar masih marak di kawasan pendidikan Jatinangor, Sumedang. Kondisi ini menjadi sorotan setelah aksi konten kreator menertibkan spanduk viral di media sosial.(Azri/Sumeks)
0 Komentar

DI sepanjang Jalan Raya Jatinangor, spanduk promosi, iklan kegiatan hingga reklame masih bergelantungan di tiang penerangan jalan. Sebagian bahkan bertumpuk di satu titik, membentuk pemandangan yang dinilai mengurangi wajah kawasan pendidikan terbesar di Kabupaten Sumedang.

Pantauan di lokasi, Kamis (23/7), menunjukkan spanduk dengan berbagai ukuran masih mendominasi ruas jalan utama yang setiap hari dilalui ribuan mahasiswa, pelajar, dan masyarakat.

Persoalan tersebut belakangan menjadi perhatian publik setelah seorang konten kreator asal Bandung melalui akun media sosial “Balatak na Bandung” mengunggah aksi menertibkan sejumlah spanduk liar di kawasan Jatinangor.

Baca Juga:Trotoar Beralih Fungsi, PKL Masih Padati Jalan KebonkolDebu Tambang Selimuti Kampus, Aktivitas UPI Sumedang Terganggu

Video tersebut mendapat beragam respons dari warganet. Sebagian mengapresiasi aksi tersebut, sementara lainnya mempertanyakan mengapa penertiban justru dilakukan oleh warga, bukan melalui pengawasan rutin dari instansi terkait.

Salah seorang mahasiswa Universitas Padjadjaran, Aziz (22), menilai fenomena itu menjadi ironi bagi kawasan yang dikenal sebagai pusat pendidikan.

“Menurut saya cukup ironis, karena yang turun langsung membereskan spanduk liar justru seorang konten kreator asal Bandung. Ini menunjukkan kondisi spanduk liar di kawasan pendidikan Jatinangor sudah cukup menarik perhatian publik,” ujarnya.

Menurut Aziz, keberadaan media promosi memang diperlukan sebagai sarana informasi. Namun, pemasangannya harus mengikuti aturan agar tidak merusak estetika kawasan maupun mengganggu ketertiban ruang publik.

“Spanduk memang menjadi media informasi yang penting, tetapi pemasangannya juga harus memperhatikan estetika kota. Jangan sampai kawasan pendidikan yang menjadi wajah Sumedang justru terlihat semrawut karena banyaknya spanduk yang dipasang sembarangan,” katanya.

Ia berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait meningkatkan pengawasan dan melakukan penertiban secara berkala terhadap spanduk liar.

Menurutnya, kawasan Jatinangor bukan hanya pusat aktivitas pendidikan, tetapi juga menjadi wajah Kabupaten Sumedang bagi ribuan mahasiswa dan tamu dari berbagai daerah.

Baca Juga:Redkar, Garda Terdepan Sebelum Sirene BerbunyiMonitoring Bangunan Liar Berujung Temuan 93 Botol Miras di Jatinangor

Penataan ruang publik yang lebih baik dinilai penting untuk menjaga kenyamanan sekaligus memperkuat citra kawasan pendidikan yang bersih, tertib, dan representatif.(azr)

0 Komentar