KEBAKARAN hampir selalu datang tanpa aba-aba. Saat api mulai membesar, menit-menit pertama sering kali menjadi penentu apakah sebuah rumah dapat diselamatkan atau justru habis dilalap kobaran.
Kesadaran itulah yang mendorong Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sumedang memperkuat peran masyarakat melalui pembinaan 102 anggota Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) dalam program pembekalan dan edukasi pencegahan kebakaran yang digelar Kamis (23/7).
Bagi Dinas Pemadam Kebakaran, relawan bukan sekadar pelengkap, melainkan garda terdepan yang diharapkan mampu melakukan penanganan awal sebelum armada pemadam tiba di lokasi kejadian.
Baca Juga:Monitoring Bangunan Liar Berujung Temuan 93 Botol Miras di JatinangorProgram KB Sumedang Lampaui Target 207 Persen
Kepala Bidang Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sumedang, Cecep Rohiat, mengatakan pembinaan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenali potensi bahaya sekaligus melakukan tindakan awal saat kebakaran terjadi.
“Masyarakat diberikan edukasi bagaimana caranya mengantisipasi sebelum terjadinya kebakaran yang lebih besar,” ujarnya.
Pelatihan tahun ini mengusung semangat bahwa Relawan Pemadam Kebakaran merupakan garda terdepan penyelamat jiwa dan harta benda.
Menurut Cecep, keberadaan Redkar sangat penting, terutama di wilayah yang memiliki jarak cukup jauh dari pos pemadam. Dengan bekal pengetahuan yang dimiliki, relawan dapat melakukan langkah awal untuk menekan penyebaran api sembari menunggu petugas datang.
“Keberadaan Redkar sangat membantu tugas pemadam kebakaran di lapangan. Dengan bekalan ilmu yang dimiliki, para relawan diharapkan mampu mengambil tindakan awal secara cepat sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi,” katanya.
Menghadapi musim kemarau, Dinas Pemadam Kebakaran juga meningkatkan sosialisasi mengenai pencegahan kebakaran rumah maupun kebakaran lahan.
Masyarakat diingatkan agar lebih berhati-hati terhadap penggunaan kompor gas, instalasi listrik, hingga kebiasaan membakar sampah dan membuang puntung rokok sembarangan yang kerap menjadi pemicu kebakaran saat kondisi cuaca kering.
Baca Juga:Hijrah ASN: Melayani dengan Iman, Bekerja dengan IntegritasBarak Ditata, Jalan Dikembalikan pada Fungsinya
Cecep menegaskan, banyak peristiwa kebakaran sebenarnya berawal dari kelalaian kecil yang dapat dicegah apabila masyarakat memiliki pengetahuan dasar mengenai mitigasi bencana.
Pembentukan Redkar sendiri dilakukan melalui kerja sama dengan pemerintah desa dan kelurahan. Warga yang dinilai aktif di lingkungan kemudian direkomendasikan untuk mengikuti pembinaan.
Program tersebut telah berjalan selama dua tahun dan akan terus diperluas agar seluruh kecamatan di Kabupaten Sumedang memiliki jaringan relawan yang merata.
