Menurut Bupati, dampaknya bukan hanya pada produksi pangan, tetapi juga pada struktur ekonomi desa.
“Kalau panen bisa tiga kali, pendapatan petani naik, kesejahteraan meningkat, lapangan kerja bertambah, pengangguran berkurang, dan ini mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Bendung Cariang pun menjadi simbol kolaborasi lintas pemerintahan, mulai dari pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, hingga pemerintah daerah.
Baca Juga:Lahan Tanpa Kepastian, Konflik Tak Berujung: Jejak PT Subur Setiadi di PamulihanSengketa Lahan Pamulihan Sumedang Berlarut, Asep Kurnia Minta GTRA Turun Tangan
Di Ujungjaya, pembangunan Bendung Cariang bukan sekadar proyek beton dan besi. Ia adalah penanda bahwa negara hadir di hulu persoalan petani, memastikan air mengalir hingga ke petak-petak sawah yang selama ini menunggu.
Jika proyek ini rampung tepat waktu dan berfungsi optimal, Bendung Cariang akan menjadi bukti bahwa infrastruktur pertanian bukan hanya soal fisik bangunan, melainkan investasi jangka panjang bagi kedaulatan pangan dan martabat petani.(red)
