Kabel Semrawut dan Tiang Keropos di Pasar Parakanmuncang, Lemahnya Pengawasan dan Pemeliharaan Dipertanyakan

Kabel pasar parakanmuncang
Kabel semrawut dan tiang keropos di Pasar Parakanmuncang menyorot lemahnya pengawasan dan pemeliharaan infrastruktur publik yang mengancam keselamatan warga.(Engkos/Sumeks)
0 Komentar

SUMEDANG EKSPRES, CIMANGGUNG – Kondisi kabel jaringan yang semrawut serta tiang listrik dan telepon yang miring serta keropos di kawasan Pasar Tradisional Parakanmuncang kembali menyorot persoalan klasik: lemahnya pengawasan dan minimnya pemeliharaan infrastruktur publik.

Di ruang publik yang setiap hari dipadati pedagang dan pengunjung itu, jaringan kabel terlihat menjuntai tanpa standar penataan yang jelas. Beberapa tiang penyangga bahkan tampak lapuk dan condong ke satu arah, berpotensi roboh sewaktu-waktu. Situasi ini menimbulkan pertanyaan serius tentang bagaimana pengawasan rutin dilakukan oleh pihak-pihak yang berwenang.

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi tersebut bukan terjadi dalam waktu singkat. Tiang yang keropos dan kabel yang tidak tertata mengindikasikan kelalaian pemeliharaan jangka panjang. Padahal, pasar tradisional merupakan fasilitas publik vital yang seharusnya mendapat prioritas pengawasan keselamatan.

Baca Juga:Kabel Semrawut dan Tiang Miring Ancam Keselamatan di Pasar Parakanmuncang, Warga Tagih Tanggung Jawab PLNPasar Parakanmuncang Kembali Ramai, Perbaikan Fasilitas Bangkitkan Minat Belanja Warga

Petugas Pasar Parakanmuncang, Amung, mengakui persoalan ini telah lama dikeluhkan pedagang. Salah satu tiang telepon di area pasar bahkan dinilai sudah tidak layak dan berbahaya, terutama saat hujan deras disertai angin kencang.

“Kalau hujan dan angin kencang, kami khawatir tiangnya bisa roboh,” ujarnya.

Masalah ini disebut telah dilaporkan kepada pihak terkait, termasuk PT PLN. Petugas sempat datang untuk melakukan pengecekan. Namun hingga kini, tidak ada perbaikan atau penggantian tiang yang dilakukan.

Kondisi ini memperlihatkan lemahnya mata rantai pengawasan. Pemeriksaan dilakukan, tetapi tidak diikuti pemeliharaan. Temuan dicatat, namun tidak berujung tindakan. Akibatnya, risiko keselamatan terus dibiarkan menggantung di atas kepala pedagang dan pengunjung pasar.

Di tengah minimnya pemeliharaan, pedagang justru menjadi pihak yang paling terdampak. Tina, pemilik jongko, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap tiang listrik yang berdiri tepat di area lapaknya dan sudah keropos.

“Tiangnya sudah rapuh. Kalau roboh, bisa langsung kena ke orang,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa keselamatan pedagang belum menjadi prioritas dalam pengelolaan infrastruktur pasar.

Baca Juga:Salah satu Biro Perjalanan Umroh Tutup Mendadak, Ada Apa?Ditempa Dua Abad Sebelum Pajajaran Runtuh, Siapa Pembuat Mahkota Binokasih Sumedang Larang?

Kabel semrawut dan tiang miring di Pasar Parakanmuncang menjadi cermin bahwa pengawasan tidak boleh berhenti pada pelaporan administratif. Pemeliharaan rutin dan tindakan cepat adalah kunci mencegah kecelakaan.

0 Komentar