“BPJS Kesehatan tidak punya, PKH juga belum pernah. BLT sempat dapat dari Dinsos tahun 2024, tapi sejak 2025 sampai sekarang tidak dapat lagi. Saya juga tidak tahu kenapa,” ujarnya heran.
Kini, Suhana tengah berusaha mengurus Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) ke kelurahan sebagai syarat untuk mengajukan bantuan sosial.
“Terus terang saya bingung dan sedih. Beban hidup makin berat dengan kondisi saya sekarang,” ucapnya.
Baca Juga:Terbuat dari Emas dan Penuh Filosofi Hidup, Ini Bentuk Mahkota Binokasih yang Sarat MaknaTernyata Ada Tempat Ini di Sumedang, Lokasinya Mudah Dijangkau dan Tiketnya Terjangkau
Kondisi serupa dialami Eha Julaeha (48), warga Dusun Bunut, Kecamatan Cimalaka. Ia mengaku hingga kini belum pernah menerima bantuan PKH maupun BLT yang dibagikan melalui kantor pos. Eha juga tidak memiliki kartu BPJS Kesehatan.
“Sampai sekarang belum dapat PKH, BLT, dan juga tidak punya BPJS Kesehatan,” katanya.
Eha menyebut, bantuan yang pernah diterimanya hanya berupa beras dan minyak goreng pada tahun lalu, yang diduga berasal dari program BNPT. Namun, bantuan untuk kebutuhan pendidikan anak, termasuk seragam sekolah belum pernah ia terima.
Untuk bertahan hidup, Eha harus ikut bekerja dengan menjual makanan kecil keliling kampung. Penghasilan tersebut tetap tidak cukup untuk menutupi kebutuhan sehari-hari.
Suaminya bekerja serabutan di luar kota dengan penghasilan yang tidak menentu. Kondisi itu memaksa Eha mengambil peran tambahan demi meringankan beban keluarga.
“Saya terpaksa ikut bekerja karena penghasilan suami tidak menentu. Tapi tetap saja berat,” tuturnya.
Di tengah keterbatasan dan kelelahan, Eha dan Suhana menyimpan harapan yang sama: perhatian dan kehadiran negara melalui bantuan sosial yang tepat sasaran.
Baca Juga:Balong Hardi Sumedang, Destinasi Pemancingan dan Wisata Keluarga Favorit di Kota TahuPuluhan PJU Mati Total, Jalan Provinsi Parakanmuncang–Simpang Gelap dan Dikeluhkan Warga
“Saya sangat berharap bantuan dari pemerintah bisa membantu meringankan beban ekonomi keluarga kami yang kurang mampu ini,” kata Eha penuh harap.
Kisah mereka menjadi potret nyata kondisi sebagian warga Sumedang hari ini. Di saat program bantuan sosial terus digulirkan, masih ada masyarakat kecil yang merasa tertinggal, menunggu uluran tangan yang tak kunjung datang.(red)
