SUMEDANGEKSPRES– Inovasi tidak selalu lahir dari teknologi mahal. Di Perumda Air Minum Tirta Medal Kabupaten Sumedang, inovasi justru lahir dari pengalaman panjang para pegawai yang setiap hari bergelut dengan sumber air di lapangan.
Bermodalkan peralatan sederhana dan keahlian yang terasah selama bertahun-tahun, tim Bidang Teknik Produksi dan Sumber Daya Air berhasil membangun dua fasilitas penting secara mandiri, yakni Direct Filter SPAM IKK Ciguling dan Broncaptering Sumber Air Nangtung.
Kedua fasilitas tersebut kini menjadi garda depan dalam menjaga kualitas pasokan air bersih untuk wilayah Sumedang Selatan hingga menopang kebutuhan air masyarakat di kawasan Sumedang Kota.
Baca Juga:Tunjukkan Bukti Pembangunan Berbasis Data di Hadapan Tim Penilai PPD NasionalDPRD Mulai Bahas Raperda, Sidik Jafar: Regulasi yang Lahir harus Mampu Menjamin Pilkades yang Demokratis
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Medal Sumedang, Hj Imas Permasih mengatakan, pembangunan dilakukan secara swadaya oleh para pegawai tanpa mengandalkan alat berat.
“Yang paling membanggakan bukan hanya hasil akhirnya, tetapi prosesnya. Seluruh pekerjaan dilakukan oleh pegawai kami sendiri, dengan memanfaatkan pengalaman yang mereka miliki selama bertahun-tahun menangani sistem penyediaan air minum. Ini menjadi bukti bahwa kompetensi SDM merupakan aset terbesar perusahaan,” ujar Imas saat meninjau lokasi, Kamis (2/7/2026).
Kata Imas, keberadaan Direct Filter menjadi solusi atas tantangan yang selama ini dihadapi SPAM IKK Ciguling.
Sumber air di kawasan tersebut memiliki tingkat kekeruhan atau Nephelometric Turbidity Units (NTU) yang relatif tinggi. Uniknya, kondisi itu bukan berasal dari air sungai, melainkan dari mata air yang mengalami peningkatan sedimen ketika musim hujan atau saat terjadi pergeseran tanah di kawasan resapan.
Tak hanya itu, sambung Imasd, sumber air Ciguling juga memiliki kandungan zat besi (Fe) dan mangan yang cukup tinggi sehingga membutuhkan proses pengolahan sebelum dialirkan ke pelanggan.
“Filter ini dirancang berdasarkan pengalaman teman-teman di lapangan. Fungsinya untuk menurunkan tingkat kekeruhan, sekaligus membantu mereduksi kandungan zat besi dan mangan sehingga kualitas air yang diterima masyarakat menjadi jauh lebih baik,” jelas Imas.
Ia menambahkan, pembangunan Broncaptering Sumber Air Nangtung juga memiliki peran penting dalam menjaga debit air baku sekaligus melindungi sumber air dari kontaminasi.
