JATINANGOR – Warga sekitar Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor dikejutkan kobaran api yang melalap Gereja Protestan POUK, Selasa dini hari (3/3/2026). Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik di area dapur gereja.
Api pertama kali terlihat sekitar pukul 00.30 WIB dari bagian belakang atap bangunan. Kobaran api sempat membakar area seluas kurang lebih 10 x 7 meter persegi sebelum akhirnya berhasil dikendalikan petugas.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sumedang, Syarif Effendi Badar, mengungkapkan laporan awal diterima dari seorang warga yang melihat api di atas genting belakang gereja.
Baca Juga:Persib Bandung Tahan Imbang Persebaya Surabaya 2-2, Pangeran Biru Tetap Puncaki KlasemenKolab dengan Unla untuk Pelatihan Mediator Hukum
“Informasi kami terima dari warga dan diperkuat petugas patroli yang melihat langsung kobaran api di area dapur. Regu piket Pos Damkar Tanjungsari langsung bergerak ke lokasi,” ujarnya.
Proses pemadaman dimulai sekitar pukul 01.15 WIB. Petugas berjibaku agar api tidak merembet ke bangunan lain di lingkungan kampus IPDN.
Berkat respons cepat tim Damkar bersama satu unit pemadam milik IPDN, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 02.00 WIB.
Penanganan kebakaran melibatkan Regu 2 Yudha Pos Damkar Tanjungsari, unsur PAMDAL Kampus IPDN, piket Polsek Jatinangor, serta Babinsa Desa Cibeusi. Sinergi antarinstansi menjadi kunci api cepat terkendali.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik di area dapur gereja. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp20 juta.
“Kami bersyukur tidak ada korban. Namun kami mengimbau pengelola gedung, termasuk tempat ibadah dan fasilitas umum, agar rutin memeriksa instalasi listrik untuk mencegah kejadian serupa,” tegas Syarif.(kos)
