SUMEDANGEKSPRES – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Medal Kabupaten Sumedang menggelar ekspose Laporan Triwulan I Tahun 2026 sebagai bentuk komitmen transparansi dan peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan pusat pemerintahan Kabupaten Sumedang ini dihadiri unsur pemerintah daerah, di antaranya Asisten Perekonomian dan Pembangunan serta Kepala Bagian Perekonomian. Agenda tersebut menjadi sarana evaluasi kinerja perusahaan sekaligus penguatan akuntabilitas publik.
Direktur Utama Perumda Tirta Medal Sumedang, Hj. Imas Permasih, menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya menjaga keterbukaan informasi kepada pelanggan.
Baca Juga:Jawab Kebutuhan Peserta, Direksi Baru BPJS Kesehatan Beberkan 8 Program AndalanMengapa Angin Keluar Dari Kran? Ini Penjelasan Teknis Perumda Tierta Medal Sumedang
“Kami berkomitmen menyampaikan kinerja perusahaan secara transparan. Ini penting agar masyarakat mengetahui sejauh mana pelayanan yang kami berikan dan apa saja yang terus kami perbaiki,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, manajemen juga menyoroti sejumlah isu yang berkembang di masyarakat, khususnya terkait keluhan lonjakan tagihan air atau yang kerap disebut sebagai “membayar angin”.
Imas memastikan, setiap pengaduan pelanggan akan ditangani secara serius. “Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi pelanggan untuk menyampaikan keluhan. Setiap laporan akan kami tindak lanjuti dengan pengecekan langsung di lapangan serta verifikasi data sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.
Di sisi lain, perusahaan mengakui bahwa luasnya cakupan wilayah layanan menjadi tantangan tersendiri. Setiap unit pelayanan saat ini menangani sekitar 2.000 hingga 3.000 pelanggan, sehingga pengawasan manual secara menyeluruh tidak selalu optimal.
Untuk itu, Perumda Tirta Medal mendorong pelanggan berperan aktif melalui pemanfaatan layanan digital. Pelanggan dapat memantau penggunaan air secara mandiri melalui aplikasi SOMEAH, mengakses layanan call center, maupun berkonsultasi langsung ke kantor cabang.
“Digitalisasi menjadi kebutuhan. Dengan memantau pemakaian secara mandiri, pelanggan bisa lebih cepat mengetahui jika terjadi kebocoran atau pemakaian tidak wajar sebelum tagihan meningkat,” jelas Imas.
Ia menambahkan, sinergi antara perusahaan dan pelanggan menjadi kunci dalam menciptakan pelayanan yang optimal.
Baca Juga:Diawali dari Tuban, Pertamina Bantu Masyarakat Prasejahtera Penuhi Kebutuhan Pokok melalui Pasar MurahPerumda Tirta Medal Sumedang Bantah Isu Tagihan Angin: Pelayanan Sesuai SOP
“Kami akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik secara transparan. Namun, kami juga membutuhkan peran aktif pelanggan untuk bersama-sama mengawasi melalui kanal digital yang telah disediakan,” pungkasnya.
