Ikhsan Berhenti Sekolah, Alarm Sunyi Pendidikan Sumedang Mulai Berbunyi

SMP Negeri 1 Tanjungsari
Ikhsan, pelajar kelas VIII SMP Negeri 1 Tanjungsari tengah bersalaman dengan teman sekelasnya.(istimewa)
0 Komentar

Karena tidak ada anak yang memilih hidup susah. Tidak ada anak yang bercita-cita putus sekolah.

Ikhsan hanya sedang menjalani peran yang terlalu besar untuk usianya.

Kisah ini menjadi cermin. Bahwa di balik angka-angka statistik pendidikan, masih ada cerita-cerita yang luput dari perhatian. Tentang anak-anak yang harus memilih antara belajar atau bertahan hidup.

Dan ini bukan hanya tentang Ikhsan.

Ini tentang Sumedang.

Tentang bagaimana daerah ini menjaga anak-anaknya tetap punya akses pada mimpi. Tentang bagaimana memastikan sekolah bukan menjadi kemewahan, tapi hak yang benar-benar bisa dirasakan semua.

Kini harapan mulai tumbuh. Perhatian publik datang. Bantuan mulai dibicarakan.

Bagi Ikhsan, harapannya tetap sederhana.

Baca Juga:Ikhsan Tinggalkan Sekolah, Menjual Harapan di Alun-alun Tanjungsari SumedangNgaku TNI, Beli Telur 250 Kg: Ujungnya Raib Tanpa Bayar

Dagangannya laris. Ibunya terbantu. Dan suatu hari, ia bisa kembali ke sekolah –memakai seragamnya lagi, duduk di kelas, dan melanjutkan mimpi yang sempat terhenti.(red)

0 Komentar