Ia menilai penting adanya pembinaan terhadap panitia dan juri agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
“Ini bukan sekadar soal menang atau kalah. Ini tentang pembelajaran bagi anak-anak. Kalau sejak dini mereka melihat ketidakadilan, itu bisa merusak mental dan semangat mereka dalam berolahraga,” tegasnya.
Ajang O2SN sendiri merupakan program nasional yang bertujuan menjaring atlet muda berbakat sekaligus menanamkan nilai-nilai sportivitas, disiplin, dan integritas.
Baca Juga:Turunkan KabelPemdes Rancamulya Prioritaskan Rutilahu dan BLT DD
Oleh karena itu, pelaksanaannya di tingkat daerah diharapkan mampu mencerminkan standar profesional yang tinggi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak panitia maupun juri terkait tudingan tersebut.
Publik kini menanti langkah evaluasi dari instansi terkait demi menjaga kredibilitas ajang olahraga pelajar di Kabupaten Sumedang. (red)
