SUMEDANG EKPRES — Pelaksanaan seleksi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) cabang pencak silat tingkat SMP di Kabupaten Sumedang, menuai sorotan dari sejumlah orang tua peserta.
Salah satu di antaranya, Wawan Sopian, ayah dari Rika Rianti, siswa kelas VII J SMPN 5 Sumedang.
Wawan mengungkapkan kekecewaannya terhadap proses penilaian yang dinilai kurang transparan dan tidak memenuhi prinsip sportivitas.
Baca Juga:Turunkan KabelPemdes Rancamulya Prioritaskan Rutilahu dan BLT DD
Kegiatan seleksi tersebut berlangsung pada Rabu, 22 April 2026, bertempat di Pendopo Cigugur, dan merupakan bagian dari program resmi pemerintah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang.
Ajang ini seharusnya menjadi wadah pembinaan atlet muda berbakat yang menjunjung tinggi nilai kejujuran dan profesionalitas.
Namun demikian, menurut Wawan Sopian, terdapat sejumlah kejanggalan yang terjadi selama proses seleksi berlangsung.
Ia menyoroti sikap juri yang enggan menunjukkan rekap nilai ketika diminta oleh pihak orang tua maupun pendamping peserta.
“Kami hanya ingin melihat transparansi. Tapi ketika diminta rekap nilai, juri tidak bersedia menunjukkannya. Ini yang membuat kami merasa ada yang janggal,” ujar Wawan saat ditemui usai kegiatan, Rabu (22/4).
Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan bahwa tim juri berasal dari IPSI Sumedang. Meski secara kelembagaan memiliki otoritas dalam cabang olahraga pencak silat, ia menilai tetap diperlukan pengawasan independen untuk menjaga objektivitas penilaian.
Selain itu, Wawan juga menyoroti adanya potensi konflik kepentingan dalam kepanitiaan.
Baca Juga:Momen Haru Ibu Sambut Anak yang Ditahan Israel Selama 3 TahunKick Off Implementation Support Mission ILASPP, Sekjen ATR/BPN Minta Semua Pihak Aktif
Ia menyebutkan bahwa salah satu pelatih dari perguruan peserta turut terlibat sebagai panitia pelaksana, meskipun yang bersangkutan diketahui merupakan guru tingkat sekolah dasar, sementara kompetisi diperuntukkan bagi siswa SMP.
“Hal seperti ini seharusnya dihindari. Bagaimana bisa menjaga netralitas jika ada pihak yang punya kepentingan langsung di dalam kepanitiaan?” tambahnya.
Kekecewaan semakin memuncak ketika upaya penyampaian kritik tidak mendapat respons terbuka dari pihak juri.
Menurutnya, juri hanya menyampaikan bahwa keputusan yang diambil bersifat final tanpa memberikan ruang diskusi atau klarifikasi.
Menanggapi hal ini, Wawan berharap adanya perhatian dan evaluasi dari Igornas sebagai organisasi profesi yang menaungi tenaga pendidik olahraga.
