10 Ribu Anak di Sumedang Tidak Sekolah, Kadisdik: Awalnya 14 Ribu

Anak Tidak Sekolah Sumedang
ILUSTRASI: Anak bermain di sungai di kawasan padat penduduk Bandung. (Dok. Jabar Ekspres)
0 Komentar

DI balik angka statistik, tersimpan persoalan yang belum sepenuhnya tuntas. Sekitar 10 ribu anak usia 7 hingga 18 tahun di Kabupaten Sumedang tercatat tidak bersekolah. Mereka masuk dalam kategori Anak Tidak Sekolah (ATS), kelompok yang kerap luput dari sistem pendidikan formal.

Data itu dihimpun Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang setelah melakukan pendataan ulang sejak 2025. Jumlah tersebut memang menurun dari sebelumnya sekitar 14 ribu anak. Namun, angka yang tersisa masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Kepala Dinas Pendidikan Sumedang, Eka Ganjar Kurniawan, menyebut penurunan itu sebagai hasil kolaborasi lintas wilayah dari pemerintah daerah hingga tingkat desa.

Baca Juga:Prihatin Jalan Simpang-Parakanmuncang Gelap Tanpa PJU, Pengendara di Sumedang Bernazar Belikan LampuHUT ke-448 Sumedang Diramaikan Temporary Tattoo, PD Pemuda Persis: Degradasi Nilai! 

“Awalnya sekitar 14 ribu, sekarang sudah turun menjadi 10 ribu anak,” katanya, Senin, (27/4/2026).

Penanganan ATS, menurut Eka, tidak bisa dilakukan secara parsial. Pendekatannya harus menyentuh akar persoalan, dimulai dari pendataan yang akurat. Pemerintah kemudian melakukan intervensi melalui jalur pendidikan nonformal.

Salah satu instrumen yang digunakan adalah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Melalui lembaga ini, anak-anak yang tidak bersekolah diarahkan mengikuti program kesetaraan Paket A, B, dan C.

“Data tersebut menjadi dasar intervensi melalui program pendidikan nonformal,” ujar Eka.

Upaya ini mulai menunjukkan hasil. Pemerintah Kabupaten Sumedang bahkan mencatat capaian sebagai peringkat pertama di Jawa Barat dalam penanganan ATS. Namun bagi Eka, capaian itu bukan akhir, melainkan pemicu untuk bergerak lebih jauh.

“Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menuntaskan persoalan ATS,” katanya.

Secara nasional, persoalan ini masih luas. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mencatat sekitar 4 juta anak di Indonesia tidak bersekolah. Jawa Barat menjadi provinsi dengan angka tertinggi, mencapai lebih dari 100 ribu anak.

Baca Juga:SMAN Jatinangor Borong Prestasi: Pencak Silat Tembus Malaysia, Tinju Kuasai SumedangSiswa SMP Negeri 1 Tanjungsari Putus Sekolah, Mahardika Dewayana: Tamparan Keras untuk Pendidikan Sumedang

Di Sumedang sendiri, ATS terbagi dalam tiga kelompok: anak yang tidak pernah sekolah, tidak melanjutkan pendidikan, dan putus sekolah. Penyebabnya beragam dari keterbatasan ekonomi hingga rendahnya kesadaran akan pentingnya pendidikan.

Ke depan, Dinas Pendidikan akan melanjutkan program akselerasi pada 2026. Targetnya bukan hanya menekan angka ATS, tetapi juga meningkatkan rata-rata lama sekolah.

Di antara angka-angka itu, ada cerita yang belum selesai. Sebab setiap satu anak yang tidak sekolah, menyimpan potensi yang tertunda dan masa depan yang menunggu untuk diselamatkan.(kos/bas)

0 Komentar