Perkuat Ketahanan Distribusi, Perumda Tirta Medal Bangun Jalur Transmisi Cadangan di Zona Rawan Longsor

Perkuat Ketahanan Distribusi, Perumda Tirta Medal Bangun Jalur Transmisi Cadangan di Zona Rawan Longsor
Perkuat Ketahanan Distribusi, Perumda Tirta Medal Bangun Jalur Transmisi Cadangan di Zona Rawan Longsor
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES – – Upaya menjaga keberlangsungan pasokan air bersih bagi masyarakat, Perumda Air Minum Tirta Medal terus memperkuat sistem distribusinya, melalui pembangunan jalur pipa transmisi cadangan (redundansi) berdiameter 8 inch, di kawasan rawan longsor sekitar Sumber Mata Air Cioray Gede.

Proyek tersebut difokuskan untuk menjamin suplai air tetap stabil, bagi pelanggan di wilayah Paseh, Tomo, dan Ujungjaya, terutama saat terjadi gangguan pada jalur utama akibat pergerakan tanah.

Kepala Bidang Teknik, Produksi dan Sumber Daya Air Perumda Tirta Medal Sumedang, Yadi S.Sos, menjelaskan, pembangunan jalur cadangan merupakan langkah strategis berbasis mitigasi risiko bencana.

Baca Juga:Hari Bumi 2026, Pertamina Perkuat Transisi Energi dan Pemberdayaan Masyarakat melalui Program BerkelanjutanDiduga Hipnotis, Lansia di Tanjungkerta Kehilangan Kalung Emas

“Wilayah jalur transmisi Cioray Gede memiliki tingkat kerawanan longsor yang cukup tinggi. Oleh karena itu, kami membangun sistem redundansi agar distribusi air tetap berjalan meskipun jalur utama mengalami kerusakan,” ujar Yadi, Senin (27/4).

Menurut Yadi, tekanan lateral akibat pergeseran tanah, kerap menjadi penyebab utama kerusakan pipa, terutama pada sambungan. Untuk mengatasi hal tersebut, jalur cadangan ditempatkan di titik dengan stabilitas lereng yang lebih baik serta menggunakan material yang lebih fleksibel.

“Pipa yang digunakan adalah HDPE berdiameter 8 inch. Material ini dipilih karena mampu mengikuti pergerakan tanah tanpa mudah patah, sehingga lebih aman untuk kondisi geoteknik seperti di Cioray Gede,” jelas Yadi.

Dari sisi teknis, sambung Yadi, diameter pipa tersebut telah disesuaikan dengan kebutuhan debit air di tiga wilayah pelayanan. Selain itu, sistem ini juga dirancang untuk menjaga tekanan air tetap stabil dan meminimalkan kehilangan energi aliran.

Tak hanya itu, kata Yadi, sistem distribusi cadangan ini dilengkapi dengan mekanisme interkoneksi atau bypass. Ketika terjadi gangguan pada jalur utama, operator dapat segera mengalihkan aliran ke jalur cadangan tanpa menghentikan distribusi.

“Dengan sistem ini, waktu pemulihan layanan bisa ditekan seminimal mungkin. Bahkan dalam banyak kasus, pelanggan tidak akan merasakan gangguan karena suplai langsung dialihkan,” tambah Yadi.

Untuk mengantisipasi dampak pengalihan aliran secara tiba-tiba, Perumda Tirta Medal juga memasang perangkat pendukung seperti air valve untuk mengurangi tekanan udara serta wash-out untuk menjaga kualitas air dari endapan.

0 Komentar