Stunting di Cimalaka Turun

Stunting di Cimalaka Turun
MELAYANI: Dadang Suryana menerima laporan data stunting dari kader di wilayah Desa Cimalaka, baru-baru ini.(Achmad/Sumeks)
0 Komentar

SUMEDANG EKSPRES – Pemerintah Desa Cimalaka, Kecamatan Cimalaka, mulai melihat hasil dari upaya penanganan stunting. Jumlah kasus di wilayah itu menurun, dari 11 anak menjadi 7 anak.

Kepala Desa Cimalaka, Dadang Suryana, mengatakan penurunan tersebut merupakan hasil dari program yang dijalankan secara konsisten melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

“Alhamdulillah, sebelumnya ada 11 anak dari tiga dusun, sekarang menjadi 7 anak,” ujarnya.

Baca Juga:Kemendikdasmen Kolaborasikan Sejumlah Program dengan DBL Indonesia, Salah Satunya Super TeacherSiap Siaga Cegah Karhutla, Wamen Ossy Imbau Pemegang HGU Lakukan Tindakan Pencegahan

Menurut dia, intervensi dilakukan melalui berbagai kegiatan, baik fisik maupun nonfisik. Salah satu program yang berjalan rutin adalah Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) yang disalurkan setiap bulan kepada masyarakat.

Selain itu, pemerintah desa juga menjalankan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di tiga dusun, yakni Marga Mulya, Pakemitan, dan Lemburgedong.

Program tersebut, kata dia, menjadi bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat yang berpengaruh terhadap penurunan stunting.

Dadang menegaskan, seluruh anggaran dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Ia memastikan tidak ada penyimpangan dalam penggunaan dana desa.

“Semua kegiatan dilaksanakan sesuai dengan anggaran yang ada,” katanya.

Meski alokasi dana desa mengalami pengurangan, pemerintah desa tetap berupaya menjaga keberlanjutan program.

“Walaupun anggaran berkurang, kami tetap optimistis dan menjalankan program sebaik mungkin,” ujarnya.

Baca Juga:Percepatan Infrastruktur Pantura Jawa Terpadu, Wamen Ossy Tegaskan Tiga Dukungan Utama Kementerian ATR/BPNBeri Kuliah Umum di UNWAHAS, Menteri Nusron Ingin Ciptakan Restrukturisasi Distribusi Tanah

Penanganan stunting di tingkat desa, dalam konteks ini, tidak hanya soal intervensi gizi, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan ekonomi masyarakat.(ahm)

0 Komentar