Gubernur Dedi Mulyadi Serahkan Kembali Pusaka Sunda ke Keraton Sumedang Larang

Gubernur Dedi Mulyadi Serahkan Kembali Pusaka Sunda ke Keraton Sumedang Larang
Gubernur Dedi Mulyadi Serahkan Kembali Pusaka Sunda ke Keraton Sumedang Larang
0 Komentar

Menurut Dedi, tujuan utama dari penataan tersebut bukan semata-mata mengejar sektor wisata, tetapi membangun kualitas kota dan desa agar tetap nyaman, tertata dan memiliki ruh budaya.

“Jangan langsung berpikir tentang hasil atau wisata. Fokus dulu menata kota dan memelihara desa. Setelah itu hikmah dan manfaat ekonomi akan datang dengan sendirinya,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan rasa syukur atas suksesnya rangkaian Kirab Budaya Mahkota Binokasih yang dimulai dari Sumedang dan kembali berakhir di Sumedang.

Baca Juga:Bupati Terima Audiensi Organda, Bahas Penataan Angkutan dan Pelayanan TransportasiPertamina dan ASRI Energi Edukasi Bangun Kesadaran Transisi Energi kepada Pelajar Jakarta

“Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, damai dan lancar. Masyarakat sangat menikmati proses ini dan saya yakin kegiatan ini memberikan makna, manfaat serta dampak positif bagi masyarakat Jawa Barat,” ujar Dony.

Menurutnya, kirab budaya tersebut tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga sarana edukasi sejarah bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

“Masyarakat, termasuk anak-anak sekolah, semakin memahami sejarah Kerajaan Sunda dan nilai-nilai luhur yang diwariskan karuhun. Nilai silih asih, silih asah dan silih asuh harus terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Dony berharap semangat yang lahir dari Kirab Mahkota Binokasih dapat membangkitkan etos kerja masyarakat Sunda dalam membangun daerah dan menjaga warisan budaya leluhur.

“Mudah-mudahan spirit dari kirab budaya ini mampu mendorong masyarakat Sunda untuk terus maju, membangun daerahnya dan mewujudkan kehidupan yang gemah ripah repeh rapih loh jinawi seperti masa kejayaan dahulu,” pungkasnya. (red)

0 Komentar