Gubernur Dedi Mulyadi Serahkan Kembali Pusaka Sunda ke Keraton Sumedang Larang

Gubernur Dedi Mulyadi Serahkan Kembali Pusaka Sunda ke Keraton Sumedang Larang
Gubernur Dedi Mulyadi Serahkan Kembali Pusaka Sunda ke Keraton Sumedang Larang
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES – Mahkota Binokasih resmi diserahkan kembali kepada Keraton Sumedang Larang setelah menuntaskan perjalanan Kirab Budaya Mahkota Binokasih ke seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Prosesi penyerahan berlangsung khidmat dan penuh nuansa budaya Sunda di Kabupaten Sumedang, Senin (18/5).

Penyerahan Mahkota Binokasih dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kepada pihak Keraton Sumedang Larang disaksikan unsur Forkopimda, tokoh adat, budayawan, seniman serta ribuan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.

Baca Juga:Bupati Terima Audiensi Organda, Bahas Penataan Angkutan dan Pelayanan TransportasiPertamina dan ASRI Energi Edukasi Bangun Kesadaran Transisi Energi kepada Pelajar Jakarta

Kirab budaya tersebut menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya Mahkota Binokasih diarak mengelilingi seluruh wilayah kabupaten dan kota di Jawa Barat sebagai simbol persatuan, pelestarian budaya serta kebangkitan spirit masyarakat Sunda.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan, perjalanan Kirab Mahkota Binokasih telah memberikan banyak pelajaran dan catatan penting bagi pembangunan daerah di Jawa Barat, baik dari sisi budaya, sosial maupun ekonomi.

“Dari sisi ekonomi memberikan implikasi yang cukup kuat. Hotel-hotel penuh, masyarakat tumbuh, kunjungan ke Jawa Barat meningkat dan beberapa daerah mulai tampak lebih bersih,” ujar Dedi.

Menurutnya, kirab budaya tersebut menunjukkan kuatnya spirit masyarakat Jawa Barat dalam menjaga nilai budaya dan sejarah leluhur.

“Kalau dikalkulasikan, jutaan masyarakat terlibat dan hadir dalam rangkaian kirab budaya ini. Peristiwa seperti ini sebelumnya belum pernah terjadi di Jawa Barat,” katanya.

Dedi juga menegaskan, hasil dari kirab budaya harus menjadi bahan evaluasi bagi seluruh daerah untuk terus berbenah, terutama dalam penataan lingkungan dan penguatan identitas daerah.

“Seluruh daerah ke depan harus lebih baik. Kebersihan lingkungannya harus ditingkatkan, penataan wilayah diperkuat, tata arsitektur dibangun, branding daerah dikembangkan dan estetika kota harus dijaga,” tuturnya.

Baca Juga:Pastikan Aman dan Layak, Jelang Idul Adha Pemerintah Periksa Hewan KurbanWabup Fajar Sidak Dua SPPG, Pastikan Kelayakan Dapur MBG

Ia juga menyoroti kondisi sejumlah kawasan bersejarah, khususnya lingkungan keraton di Cirebon yang dinilai perlu mendapat perhatian serius agar tetap memiliki karakter budaya yang kuat.

“Ke depan bangunan di sekitar kawasan keraton harus selaras dengan nilai sejarah dan budaya keraton itu sendiri. Jangan sampai bangunan modern justru menghilangkan identitas sejarahnya,” ucapnya.

0 Komentar