Selain mengembangkan usaha tersebut, Rafika juga aktif mengelola bisnis keluarga istrinya. Sejak menikah pada 2015, ia dipercaya menjadi General Manager PO Bus Medal Sekarwangi, salah satu perusahaan transportasi asal Sumedang yang telah dikenal luas oleh masyarakat.
Meski mengelola beberapa lini usaha sekaligus, Rafika mengaku kunci utama dalam menjalankan bisnis adalah membangun sistem kerja yang baik serta menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan dapat dipercaya.
“Sebagai pimpinan, tugas utama itu membuat keputusan dan membangun sistem. Kalau sistem sudah berjalan, ada manajer dan pelaksana yang kompeten, bisnis bisa tetap berjalan meskipun kita tidak selalu hadir secara langsung,” ungkapnya.
Baca Juga:Oh MBG, Oh IroniPenutupan Latsarmil Komcad Gelombang I 2026, Wamen Ossy Sebut Latsarmil Perkuat Karakter dan Integritas ASN
Di tengah kesibukannya sebagai pengusaha, Rafika tetap aktif di HIPMI Sumedang. Ia pertama kali bergabung sebagai anggota sebelum akhirnya dilantik menjadi pengurus pada 2015.
Baginya, HIPMI bukan sekadar organisasi pengusaha, melainkan tempat belajar yang membantunya memahami dunia bisnis secara lebih luas.
“Saya sarjana pertanian, bukan lulusan bisnis. Ketika mulai berusaha, saya banyak belajar di HIPMI. Organisasi ini seperti rumah dan sekolah bagi saya untuk belajar menjadi pengusaha,” tuturnya.
Karena merasa memperoleh banyak manfaat dari organisasi tersebut, Rafika terdorong untuk mengabdikan diri dengan memimpin HIPMI Cabang Sumedang. Ia berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik menjadi pengusaha dan memanfaatkan HIPMI sebagai wadah belajar serta pengembangan usaha.
“Saya ingin mengembangkan HIPMI yang dulu menjadi tempat saya belajar. Harapannya semakin banyak anak muda yang bisa belajar menjadi pengusaha dan menciptakan lapangan kerja,” katanya.
Menurut Rafika, siapa pun yang memiliki minat di dunia usaha tidak perlu ragu untuk mulai belajar. Meskipun terdapat persyaratan formal untuk menjadi anggota penuh HIPMI, masyarakat dan mahasiswa tetap dapat bergabung dalam berbagai kegiatan untuk menambah wawasan dan membangun jaringan.
“Yang penting jangan mudah menyerah. Kalau belum memenuhi semua syarat, bukan berarti tidak bisa belajar. Datang, bergabung, berdiskusi, karena banyak ilmu bisnis yang bisa didapat dari lingkungan pengusaha,” ujarnya.
Baca Juga:Truk Tangki BBM Terbakar di Ruas Tol Cisumdawu Tidak Ada Korban JiwaHadiri Milad ke-26 YASPIDA, Menteri Nusron: Santri Harus Siap Menjadi Ulama, Teknokrat, dan Pemimpin Bangsa
Dengan pengalaman membangun usaha dari hobi hingga menjadi perusahaan yang berkembang, Rafika berharap semakin banyak generasi muda Sumedang yang berani memulai usaha dan memanfaatkan berbagai peluang yang ada di sekitarnya. (azr)
