Listrik Padam Berulang, Pelaku Usaha Sumedang Merugi

Pembuatan tahu
Ilustrasi pembuatan tahu manual.(istimewa)
0 Komentar

KOTA – Pemadaman listrik yang berlangsung selama sekitar enam jam di Desa Tanjungmekar, Kabupaten Sumedang, mengganggu aktivitas masyarakat dan pelaku usaha. Sejumlah industri rumahan yang bergantung pada pasokan listrik terpaksa menghentikan produksi karena mesin tidak dapat beroperasi.

Pemadaman terjadi dari pukul 14.00 hingga 20.00 WIB. Dampaknya dirasakan oleh berbagai sektor, terutama usaha pembuatan tahu dan kerupuk yang mengandalkan listrik dalam proses produksi.

Eli, warga setempat, mengatakan pemadaman tersebut menghambat berbagai aktivitas masyarakat. Menurut dia, gangguan listrik yang berlangsung berjam-jam menimbulkan kesulitan bagi warga maupun pelaku usaha.

Baca Juga:RS Unpad Bantah Pasien Tak Ditangani DokterKPID Jabar Edukasi Orang Tua Awasi Gawai Anak

“Pemadaman listrik dari pukul 14.00 sampai 20.00 sangat mengganggu aktivitas dan berdampak besar bagi kami,” kata Eli kepada Sumeks, Kamis (18/6).

Akibat padamnya aliran listrik, sejumlah mesin produksi di pabrik tahu dan kerupuk berhenti beroperasi. Kondisi itu membuat proses pengolahan bahan baku hingga pengemasan produk tidak berjalan sesuai jadwal.

Maman, pelaku usaha kerupuk seblak, mengatakan pemadaman listrik membuat kegiatan produksi terhambat dan berpotensi menimbulkan kerugian.

Menurut dia, selain mengganggu proses produksi, keterlambatan juga terjadi pada distribusi produk kepada pelanggan karena target produksi tidak dapat terpenuhi.

Tak hanya pelaku usaha, warga juga mengeluhkan terganggunya aktivitas sehari-hari. Berbagai kegiatan yang bergantung pada perangkat elektronik tidak dapat dilakukan selama listrik padam.

Sebagian warga juga menyoroti minimnya informasi mengenai jadwal pemadaman. Mereka berharap adanya pemberitahuan lebih awal sehingga masyarakat dapat mempersiapkan diri dan mengatur aktivitas yang bergantung pada pasokan listrik.

“Kalau ada pemberitahuan sebelumnya, warga tidak akan kaget dan bisa menyesuaikan kegiatan. Terutama bagi pelaku usaha yang sangat bergantung pada listrik,” ujar seorang warga.

Baca Juga:Siapkan Generasi Berkarakter, Dispusipda Jabar Bekali Pelajar Literasi Keuangan dan BudayaTujuh SPPG di Sumedang Suspend, Distribusi Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan

Selain berdampak pada aktivitas ekonomi, pemadaman juga memengaruhi kegiatan ibadah dan aktivitas rumah tangga karena kondisi lingkungan menjadi gelap saat malam hari.

Warga berharap pasokan listrik di wilayah tersebut dapat lebih stabil dan jika diperlukan pemadaman untuk pemeliharaan jaringan, informasi dapat disampaikan lebih awal kepada masyarakat agar dampaknya dapat diminimalkan.(kki)

0 Komentar