Dari Bambu ke Freezer: Kisah Fermentasi Dadih dalam Sajian Es Krim

Dari Bambu ke Freezer: Kisah Fermentasi Dadih dalam Sajian Es Krim
Di balik rasa asam lembut dadih, fermentasi berperan besar dalam mengubah susu kerbau menjadi makanan fungsional yang memiliki manfaat kesehatan.
0 Komentar

Penulis: Cikal Ananda Wijaya

Di balik rasa asam lembut dadih, fermentasi berperan besar dalam mengubah susu kerbau menjadi makanan fungsional yang memiliki manfaat kesehatan.

Apalagi kalo dibuat jadi es krim, dadih jadi makin enak lho. Dengan kerja sama antara pengolahan fermentasi dan pembekuan, dadih jadi bisa dinikmati dengan cara yang lebih akrab bagi generasi masa kini. Teknologi pengolahan pangan memang hebat, yah.

Ngomong-ngomong, Dadih Itu Apa sih?

Dadih adalah makanan lokal khas Minangkabau, Sumatera Barat yang terbuat dari susu kerbau dan diolah dengan fermentasi secara alami didalam bambu.

Baca Juga:Pemprov DKI Jakarta Beri Penghargaan kepada Kementerian ATR/BPN atas Percepatan Pengamanan AsetDiduga Aniaya Nasabah Perempuan, Dua Penagih Utang Nyaris Diamuk Massa

Dadih ini memiliki kandungan protein dan lemak yang cukup tinggi yaitu sebanyak 7,96% dan 5,53% berturut-turut serta mengandung probiotik.

Dadih berwarna krem, memiliki rasa dan aroma yang asam dan bertekstur padat, lembut, dan creamy. Karakteristik dadih tersebut terbentuk akibat proses fermentasi.

Lembutnya tekstur dadih bertemu dengan rasa nya yang asam dan creamy membuatnya sangat cocok untuk disajikan dalam bentuk es krim yang dingin.

Peran Fermentasi terhadap Manfaat Es Krim Dadih

Manfaat es krim dadih berasal dari proses fermentasi alami yang terjadi pada susu kerbau.

Dalam proses ini, gula susu (laktosa) diubah oleh bakteri baik jadi asam laktat.

Fermentasi dadih dilakukan secara spontan di dalam bambu yang berperan sebagai wadah fermentasi karena permukaannya menjadi tempat hidup bakteri baik, terutama Bakteri Asam Laktat (BAL).

Kelompok bakteri ini bekerja dengan memecah gula dan protein susu, sehingga terbentuk dadih dengan tekstur lembut dan rasa asam yang khas. Beberapa jenis BAL yang biasanya terlibat di antaranya Lactobacilli, Lactococci, Pediococci, Streptococci, Levilactobacillus brevis, Limosilactobacillus fermentum, dan Leuconostoc sp.

Baca Juga:Senam Ibu- Ibu Dania Gratis Hadiah MelimpahPeduli Ketahanan Pangan, Polres Sumedang Gelar Lomba Pembasmian Hama Tikus

Pada pembuatan dadih, masyarakat Minangkabau menggunakan berbagai jenis bambu, seperti bambu ater, gombong, lengkatali, ampel, dan betung.

Menariknya, jenis bambu yang digunakan dapat memengaruhi aroma serta cita rasa dadih, dan secara tradisional bambu gombong paling banyak digunakan.

Setelah diolah menjadi es krim, dadih tetap mengandung bakteri baik dalam jumlah tinggi, sekitar 10⁸ CFU/g, sehingga dapat disebut makanan probiotik.

0 Komentar