Untuk menekan laju penularan, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang mengembangkan sejumlah program intervensi, antara lain pelayanan kesehatan peduli remaja (PKPR) di puskesmas, layanan Mobile Voluntary Counselling and Testing (VCT), skrining HIV dan IMS pada kelompok rentan, serta pembentukan konselor sebaya di kalangan pelajar dan remaja.
Selain itu, pendekatan keluarga juga dinilai memiliki peran penting. Surdi menekankan bahwa keterlibatan orang tua dalam membangun komunikasi yang terbuka dan lingkungan yang aman dapat membantu remaja terhindar dari berbagai perilaku berisiko.
“Keluarga menjadi benteng pertama dalam pembentukan karakter dan perilaku remaja. Pendampingan yang baik dapat memperkuat ketahanan mereka menghadapi berbagai pengaruh negatif,” kata dia.
Baca Juga:Jurus Dinkes Sumedang Cegah HIV dan IMS pada RemajaTanamkan Literasi Sejak Dini, Kadis Arpus Sumedang: Matikan Gawai, Hidupkan Cerita
Dinas Kesehatan berharap penguatan literasi kesehatan reproduksi dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk menciptakan generasi muda Sumedang yang sehat, produktif, dan mampu mengambil keputusan secara bertanggung jawab. (win)
