SUMEDANGEKSPRES – Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila mengajak para pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk memperkuat pengawasan terhadap tumbuh kembang anak di tengah berbagai tantangan era digital.
Wabup Fajar menyoroti sejumlah persoalan yang menjadi perhatian bersama, di antaranya maraknya tindakan asusila yang melibatkan anak, meningkatnya paparan konten yang dinilai tidak sesuai bagi anak, penggunaan media sosial oleh anak di bawah usia 16 tahun, hingga maraknya kasus LGBT.
Pendidik PAUD memiliki peran yang sangat penting sebagai ujung tombak dalam membentuk, mendidik, dan mengawasi generasi emas Indonesia sejak usia dini.
Baca Juga:KPU Kabupaten Sumedang Tetapkan Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan Jumlah Pemilih Tembus 931.672 OrangDewan Kebudayaan Sumedang Sambangi Bupati: Harus Jadi Penggerak Implementasi Perda SPBS
“Bapak dan Ibu pengajar PAUD adalah ujung tombak golden age generation kita. Tantangan ke depan bukan hanya bagaimana mendidik anak, tetapi juga bagaimana mengawasi tumbuh kembang mereka secara komprehensif,” ujar Wabup Fajar saat Rapat Kerja Pengurus Daerah Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Kabupaten Sumedang, Rabu (1/7/2026), di Putir Kutamaya Cafe Sumedang.
Pengawasan terhadap anak tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, tetapi memerlukan kolaborasi antara keluarga, pendidik, dan seluruh elemen masyarakat.
Terkait penggunaan media sosial, Wabup menjelaskan bahwa pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital bersama pemerintah daerah terus berupaya membatasi akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.
Namun demikian, keberhasilan langkah tersebut membutuhkan dukungan dari para pendidik dan masyarakat. “Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri, sehingga kami membutuhkan masukan dan informasi dari Bapak dan Ibu sekalian,” katanya.
Mengenai isu LGBT, Wabup menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumedang menghargai keberagaman yang ada di masyarakat, seperti perbedaan agama, suku, ras, dan budaya. Bukan dalam hal penyimpangan.
Oleh karena itu, pembinaan karakter anak tetap harus berlandaskan nilai-nilai agama dan moral.
“Saya percaya pondasi awal untuk mengawasi anak-anak kita adalah agama,” ujarnya.
Baca Juga:Siswa SMAN Cimanggung Wakili Indonesia di Jepang, Bupati Dony: Mimpi Besar Harus DiperjuangkanTingkatkan Kualitas Layanan Air Bersih, Wakil Bupati Sumedang Kunjungi Perumda Air Minum Tirta Medal
Ketua PD Himpaudi Kabupaten Sumedang Euis Nurfaridah mengatakan, Rapat Kerja Daerah merupakan agenda rutin organisasi yang menjadi forum strategis untuk melakukan evaluasi, memperkuat koordinasi, menyusun program kerja, serta merumuskan langkah-langkah dalam menghadapi dinamika pendidikan anak usia dini.
