Platform digital itu wahana penghisapan yang dilakukan dengan sangat sopan. Mereka tak perlu memaki, tak perlu cambuk.
Mereka cukup menggunakan algoritma. Jika Anda malas, algoritma akan membuat penghasilan Anda turun secara otomatis. Masyarakat kelas bawah, yang hidupnya pas-pasan, dijadikan bantalan utama dari eksploitasi model ini.
Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa, yang bekerja di bawah terik matahari, tanpa jaminan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial), tanpa tunjangan hari raya, dan tanpa kepastian apakah esok hari masih bisa menyalakan mesin untuk mencari sesuap nasi.
Baca Juga:Pendaftar Melonjak di SMAN 2 Cimalaka Kuota terbatasDorong Akurasi Bansos Lewat Aplikasi Perlinsos
Jadi, ketika ada yang bilang “bangunlah dari generasi rebahan”, mungkin maksudnya adalah mari sadar bahwa kita sedang diperas oleh mesin yang bahkan tidak punya perasaan.
Tagihan itu nyata, Mas Bro, tapi eksploitasi di balik aplikasi itu jauh lebih nyata lagi. Jangan sampai kita mati konyol hanya karena terlalu percaya pada keramahan sebuah aplikasi. Nyatanya saat ini, kita membutuhkan dan rela berada di bawah duli paduka aplikasi. Selamat bekerja, para mitra yang tak pernah tahu siapa bosnya. (#Kang Marbawi, 040726)
