Air Belum Langsung Mengalir Usai Perbaikan Pipa? Ini Penjelasan Direktur Perumda Tirta Medal Sumedang

Sejumlah petuga yang diterjunkan Perumda Tirta Medal Sumedang, tengah bejibaku memperbaiki saluran pipa air ya
Sejumlah petuga yang diterjunkan Perumda Tirta Medal Sumedang, tengah bejibaku memperbaiki saluran pipa air yang melangalami keboeoran,di Jalan Prabu Gajah Agung Sumedang, baru-baru ini.
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES – Banyak pelanggan bertanya-tanya mengapa air belum langsung mengalir lancar setelah perbaikan pipa utama JDU 10 inci selesai dilakukan.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Medal Sumedang, Hj Imas Permasih menjelaskan, selesainya pekerjaan penyambungan pipa, bukan berarti distribusi air dapat kembali normal dalam hitungan menit. Ada proses teknis yang harus dilalui agar aliran air kembali stabil dan aman.

“Setelah perbaikan selesai, jaringan pipa tidak bisa langsung dialiri air dengan tekanan penuh. Ada tahapan normalisasi yang harus dilakukan agar distribusi air berlangsung aman dan tidak menimbulkan kerusakan baru,” ujar Imas di kantornya, Jumat (17/7).

Baca Juga:Eka Ganjar Kurniawan Sabet Juara Satu, Bupati: ASN Berprestasi Harus Melahirkan KomitmenKetua Fraksi PPP DPRD Kabupaten Sumedang Hadiri Public Hearing Raperda Pemilihan Kepala Desa

Kata Imas, selama proses perbaikan, pipa utama yang membentang hingga beberapa kilometer, berada dalam kondisi kosong dan dipenuhi udara.

Saat air mulai dialirkan kembali, udara di dalam pipa harus dikeluarkan secara bertahap.

Jika air dipaksa mengalir dengan tekanan tinggi sejak awal, kata dia, dapat memicu fenomena water hammer atau hentakan air yang berisiko menyebabkan kebocoran bahkan pecahnya pipa.

“Karena itu pengisian pipa dilakukan secara perlahan. Proses ini memang membutuhkan waktu beberapa jam hingga tekanan benar-benar stabil,” terang Imas.

Selain proses pengisian pipa, faktor topografi wilayah juga memengaruhi kecepatan distribusi air kepada pelanggan.

Wilayah dengan elevasi rendah umumnya akan menerima aliran air lebih dahulu. Sementara kawasan yang berada di dataran lebih tinggi membutuhkan tekanan yang lebih besar sehingga waktu pemulihannya relatif lebih lama.

“Air mengikuti prinsip hidrolika. Daerah yang lebih tinggi tentu memerlukan tekanan yang cukup agar air bisa mencapai rumah-rumah pelanggan,” jelas Imas.

Baca Juga:Pipa Induk Bocor di Dua Titik, Distribusi Air Sumedang Utara Lumpuh Total, Perumda Tirta Medal Kebut PerbaikanSekda Sumedang Ikuti In-Depth Interview SAKIP 2026, Perkuat Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Daerah

Kondisi lain yang turut memengaruhi adalah tingginya penggunaan air secara bersamaan setelah distribusi mulai dibuka.

Menurut Imas, ribuan pelanggan di wilayah terdampak seperti Jatihurip, Asabri, Andir dan sekitarnya biasanya langsung membuka keran untuk mengisi bak penampungan maupun toren yang sebelumnya kosong.

Akibatnya, tekanan air di jaringan utama langsung menurun sehingga aliran menuju wilayah yang lebih jauh maupun lebih tinggi menjadi lebih lambat.

“Fenomena ini sangat wajar terjadi setelah gangguan distribusi. Ketika semua pelanggan menggunakan air secara bersamaan, tekanan di jaringan akan turun sehingga proses normalisasi membutuhkan waktu lebih lama,” ujarnya.

0 Komentar