MPLS Ramah Karakter Didahulukan

MPLS Ramah Karakter Didahulukan
MOMENTUM: Ratusan peserta didik baru mengikuti apel pagi dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), baru-baru ini.
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES – Tidak ada teriakan senior, hukuman yang mempermalukan, atau atribut aneh yang dulu identik dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Di SMAN 1 Sumedang, pekan pertama tahun ajaran baru justru diisi ruang-ruang dialog, penguatan karakter, dan pengenalan lingkungan belajar yang ramah.

Sebanyak 384 peserta didik baru mengikuti MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 dengan tema MPLS Ramah Berkarakter Pancawaluya.

Baca Juga:Rotasi Perangkat, Margamekar Pacu Kualitas PelayananSMKN 1 Tempa Karakter Siswa Baru

Selama lima hari, sejak 15 hingga 21 Juli 2026, mereka diperkenalkan pada kehidupan sekolah melalui pendekatan yang lebih humanis dan partisipatif.

Sekretaris Panitia MPLS SMAN 1 Sumedang, Anisa Annur SPd, mengatakan tema tersebut mengacu pada panduan Kementerian Pendidikan sekaligus mengangkat nilai khas Jawa Barat, yakni Pancawaluya yang terdiri atas cager, bager, bener, pinter, dan singer.

”Nilai-nilai itu menjadi fondasi pembentukan karakter peserta didik sejak hari pertama mereka menjadi bagian dari keluarga besar SMAN 1 Sumedang,” ujarnya, Kamis (16/7).

Menurut Anisa, MPLS tidak lagi sekadar mengenalkan ruang kelas, guru, maupun tata tertib sekolah.

Lebih dari itu, kegiatan dirancang agar siswa merasa diterima, nyaman, dan percaya diri beradaptasi dengan lingkungan barunya. ”Kami berusaha menghadirkan MPLS yang nyaman dan ramah.

Anak-anak tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga aktif mengikuti berbagai kegiatan yang interaktif,” katanya. Peserta MPLS tahun ini terdiri atas 230 siswi dan 154 siswa.

Mereka mendapat materi wajib berupa pengenalan potensi diri, warga sekolah, lingkungan belajar, hingga kurikulum yang akan dijalani selama tiga tahun ke depan. Untuk memperluas wawasan, sekolah melibatkan berbagai lembaga eksternal.

Baca Juga:Lembah Tengkorak : Nama yang Mencekam, Alam nan MenenangkanPerkawinan Anak Masih Mengancam Ketahanan Keluarga di Nilai Menjadi Benteng Utama

Badan Narkotika Nasional (BNN) memberikan edukasi pencegahan penyalahgunaan narkoba, Kejaksaan menyampaikan pendidikan antikorupsi, sementara Dinas Komunikasi dan Informatika membekali siswa MPLS Ramah, Karakter Didahulukan dengan literasi digital.

Satuan Lalu Lintas Polri turut memberikan pemahaman mengenai keselamatan berkendara.

Sementara psikolog sekolah membahas isu anti-perundungan, toleransi, serta pentingnya menjaga kesehatan mental di lingkungan pendidikan.

Motivasi juga datang dari para alumni yang berhasil menembus National University of Singapore (NUS) dan sejumlah perguruan tinggi negeri ternama. Mereka berbagi pengalaman sekaligus menunjukkan bahwa mimpi besar dapat diraih melalui proses belajar yang konsisten. (kki)

0 Komentar