Nyuguh Ageung di Tengah Malam Saat Tradisi dan Rasa Syukur Bersatu Padu

Bukan sekadar malam biasa.Di tengah rangkaian Festival Keraton Sumedang Larang yang dimulai Kamis (13/8/2026),
Bukan sekadar malam biasa.Di tengah rangkaian Festival Keraton Sumedang Larang yang dimulai Kamis (13/8/2026), tradisi Nyuguh Ageung kembali digelar.
0 Komentar

Malam semakin larut, namun kegiatan belum selesai.Nyuguh Ageung tetap berlangsung hingga tengah malam.

Di tempat itu, tradisi lama kembali menemukan ruang untuk hidup. Bukan hanya sebagai peninggalan sejarah, tetapi sebagai praktik budaya yang masih dijalankan dan dimaknai oleh masyarakatnya.

Festival Keraton Sumedang Larang akhirnya bukan semata tentang pertunjukan budaya.Ia juga tentang ingatan.Tentang bagaimana sebuah tradisi diwariskan, dirawat, lalu dihidupkan kembali setiap datangnya bulan Maulud.

Baca Juga:Proses Pemotongan Pipa sedang Berlangsung, Yadi: Mudah- mudahan Sebentar Lagi TuntasPerbaikan Pipa GI 12 Inci Masuk Titik Ketiga, Jalan Pangeran Geusan Ulun Masih Dibongkar

Dan di tengah derasnya perubahan zaman, Nyuguh Ageung menjadi pengingat bahwa menjaga warisan budaya tidak selalu harus dilakukan dengan cara yang megah.

Kadang cukup dengan berkumpul, berdoa, bersyukur, dan mengingat kembali dari mana manusia mendapatkan segala nikmatnya.

Malam itu, di Keraton Sumedang Larang, budaya dan ketakwaan berjalan dalam satu irama. (red)

0 Komentar