SUMEDANGEKSPRES – Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau yang berpotensi diperkuat fenomena anomali iklim El Nino. Selain memicu cuaca panas, kemarau juga dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, terutama yang berkaitan dengan kualitas udara, air bersih dan lingkungan.
Kepala Puskesmas DTP Tanjungsari, dr. Iting Mursyidah Hanum, mengatakan terdapat sejumlah penyakit yang perlu diwaspadai masyarakat saat memasuki musim kemarau. Di antaranya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare dan penyakit kulit.
“Penyakit ini sering terjadi ketika musim kemarau dan harus diwaspadai oleh masyarakat,” ujar Iting, Kamis (27/8)
Baca Juga:Ngabungbang Cikalama Dihadiri 5.000 JemaahBongkar Peredaran Obat Keras Polres Sumedang Ungkap 12 Kasus Narkotika
Menurutnya, kondisi udara yang panas dan kering dapat meningkatkan paparan debu serta polusi yang berpengaruh terhadap kesehatan saluran pernapasan. Sementara berkurangnya ketersediaan air bersih dapat berdampak terhadap kebersihan dan sanitasi lingkungan sehingga meningkatkan risiko penyakit pencernaan.
Untuk mencegah peningkatan kasus, Puskesmas DTP Tanjungsari bersama kader kesehatan di masing-masing desa mengoptimalkan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat.
Iting mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di bawah terik matahari, khususnya pada siang hari. Penggunaan topi, masker dan tabir surya juga dianjurkan sebagai bentuk perlindungan diri.
“Yang tidak kalah penting adalah mencukupi kebutuhan air, memenuhi nutrisi dan vitamin harian, serta mencuci tangan secara teratur,” katanya.
Kewaspadaan tersebut sejalan dengan Surat Edaran Nomor 86 Tahun 2026 tentang Kesiapsiagaan dan Antisipasi Peningkatan Kasus Morbiditas serta Dampak Anomali Iklim El Nino di Kabupaten Sumedang.
Dalam surat edaran tersebut disebutkan, berdasarkan evaluasi morbiditas lima besar penyakit di FKTP Puskesmas se-Kabupaten Sumedang periode Januari hingga Juli 2026, kasus penyakit saluran pernapasan menjadi perhatian serius.Akumulasi kasus acute nasopharyngitis dan infeksi saluran pernapasan atas lainnya mencapai 67.282 kasus, melampaui jumlah kasus hipertensi yang tercatat sebanyak 48.767 kasus.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi semakin meningkat ketika kemarau panjang terjadi. Debu, penurunan kualitas udara hingga potensi asap akibat kebakaran lahan dapat memperbesar risiko gangguan pernapasan.
Baca Juga:Terminal Pasar Mulai DitataHUT RI ke-81 Dinas Damkar Sumedang Gelar Lomba Perdana Antarpegawai
Selain ISPA, pemerintah daerah juga mengingatkan potensi meningkatnya penyakit berbasis lingkungan seperti diare dan tifoid. Berkurangnya sumber air bersih dapat menyebabkan penurunan standar sanitasi dan higiene masyarakat.
