Dony juga menegaskan, kehadiran becak listrik harus menjadi momentum untuk “menaikkan kelas” transportasi becak di Sumedang. Becak tidak boleh lagi dipandang hanya sebagai sarana mengantarkan penumpang, tetapi harus menjadi bagian dari wajah pelayanan dan keramahan masyarakat Sumedang.
“Becak di Sumedang harus berbeda dan mengikuti perkembangan zaman. Jangan hanya menjadi alat transportasi, tetapi harus menjadi simbol keramahan masyarakat Sumedang,” tegasnya.
Ia meminta para pengemudi membangun budaya pelayanan sederhana namun berkesan melalui senyum, salam, dan sapa kepada setiap penumpang.
Baca Juga:Awas! Jangan Coba-coba Jual Becak Listrik, Sanksi Hukum MenantiBecak Listrik Harapan Baru Abang Becak Sumedang, Heri Ukasah: Perhatian Pak Presiden Betul-betul Ikhlas
“Siapa pun yang naik becak, biasakan senyum, salam, dan sapa. Jangan hanya mengantarkan orang sampai tujuan, tetapi berikan pengalaman yang baik. Orang akan terkesan ketika mereka disambut dengan ramah,” katanya.
Tidak berhenti pada penggunaan kendaraan listrik, Pemkab Sumedang juga menyiapkan ekosistem pendukung agar inovasi tersebut benar-benar berjalan. Salah satunya melalui penyediaan fasilitas pengisian daya atau charging station yang direncanakan berada di kawasan Taman Endog melalui kerja sama dengan PT PLN.
Selain itu, 220 pengemudi penerima bantuan akan difasilitasi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan secara gratis. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memberikan perlindungan dan jaminan sosial bagi para pengemudi yang selama ini bekerja di sektor informal.
Inovasi juga diterapkan pada sistem pembayaran. Pemkab Sumedang mendorong becak listrik dilengkapi pembayaran digital melalui QRIS dengan dukungan Bank BJB Sumedang.
Menurut Dony, digitalisasi tersebut penting agar becak Sumedang tidak tertinggal oleh perkembangan zaman sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menggunakan jasa transportasi tersebut.
“Becak Sumedang harus lain dari yang lain. Kita ingin becak ini mengikuti perkembangan zaman, termasuk dalam sistem pembayarannya. Dengan QRIS, masyarakat akan lebih mudah membayar secara digital dan pengemudi juga semakin terbiasa dengan ekosistem ekonomi digital,” ujarnya.
Dony berharap bantuan tersebut tidak berhenti sebagai program pemberian kendaraan, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk meningkatkan kesejahteraan pengemudi sekaligus memperkuat karakter Sumedang sebagai daerah yang ramah, inovatif, dan adaptif terhadap perubahan.
