Antisipasi Bencana, Petakan, Prioritaskan, Eksekusi

Antisipasi Bencana, Petakan, Prioritaskan, Eksekusi
PENGERJAAN: Pemerintah Kabupaten Sumedang memperkuat langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi banjir, longsor, hingga dampak bencana hidrometeorologi lainnya.(Dok Pemda)
0 Komentar

Sekda Tuti Ruswati menekankan pentingnya sinkronisasi antara peta kerawanan bencana dengan kemampuan anggaran. “Kepala Dinas PUTR agar segera menyampaikan kategori penanganan yang harus diintervensi dan mana yang menjadi prioritas. Kalau ada yang lebih penting, bisa dilakukan pergeseran antarbidang dengan tetap dilaporkan kepada Sekda dan Bupati,” katanya.

Dinas PUTR melaporkan sejumlah langkah awal telah dilakukan di beberapa titik, termasuk penanganan kawasan Cimanggung dan pengecekan jalur Lingkar Utara bersama B2BPJN, terutama pada lokasi-lokasi yang mengalami longsor.

Di bidang sumber daya air, sejumlah sungai seperti Cipicung, Cihonje dan Cileuleuy telah dilakukan penanganan. Pengamanan pintu-pintu air juga terus dilakukan. Sementara di kawasan Perumahan Janati Park Jatinangor ditemukan penyempitan saluran akibat pembangunan oleh pengembang.

Baca Juga:Kancra Bersiap Naik KelasAnak Masuk SD Wajib PAUD

Persoalan tersebut telah dikoordinasikan dan pihak pengembang menyatakan siap bertanggung jawab untuk mencegah terjadinya back water. Dinas PUTR juga diminta segera menyusun daftar prioritas titik rawan, termasuk lokasi yang sudah maupun belum terakomodasi dalam APBD.

Sementara itu, Dinas Perkimtan mengidentifikasi sejumlah lingkungan yang berpotensi mengalami penggenangan akibat sampah dan penyumbatan saluran. Untuk mengantisipasinya, masyarakat didorong melakukan gerakan gotong royong membersihkan drainase dan lingkungan.

Dinas Pendidikan juga diminta memetakan TPT yang berada di lingkungan sekolah dan berpotensi membahayakan warga sekolah. Penanganan dapat dilakukan apabila lahan tersebut merupakan bagian dari aset atau sertifikat sekolah, setelah melalui proses asesmen.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup turut mengingatkan adanya peningkatan timbulan sampah saat musim hujan. Kondisi tersebut berpotensi menambah beban penanganan, khususnya ketika terjadi banjir yang membutuhkan respons cepat dari Unit Reaksi Cepat (URC).

Karena itu, koordinasi antara Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perkimtan dan Dinas PUTR dalam penanganan drainase dan sampah akan terus diperkuat.

Berdasarkan kajian BPBD, sejumlah wilayah memiliki potensi kerawanan yang perlu mendapat perhatian. Di antaranya limpasan air permukiman di Jatinangor, Cimanggung dan Tanjungsari; genangan perkotaan di Sumedang Utara dan Sumedang Selatan; limpasan serta luapan sungai di Conggeang, Tomo dan Ujungjaya; serta potensi longsor di Cimanggung, Wado, Tanjungmedar dan sejumlah wilayah perbukitan seperti Rancakalong.

0 Komentar