SUMEDANGEKSPRES, CIMALAKA – Di Aula Kantor Desa Licin, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, ikan kancra menjadi bahan pembicaraan.
Bukan sekadar soal cara memeliharanya, melainkan bagaimana ikan bernilai ekonomi tinggi itu bisa dikembangkan menjadi sumber penghasilan warga.
Sebanyak 35 pembudidaya yang tergabung dalam Kelompok Pembudidaya Mina Kancra mengikuti pelatihan budidaya ikan kancra melalui program Dosen Pulang Kampung dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University, baru-baru ini.
Baca Juga:Anak Masuk SD Wajib PAUDBupati Dony Buka Lomba Al Barzanji
Para pembudidaya tidak hanya mendapat paparan teori. Mereka diperkenalkan dengan teknik rekayasa produksi induk, pembenihan, hingga pengelolaan pakan. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat memperbaiki kualitas produksi sekaligus membuat budidaya kancra lebih efisien.
Sejumlah akademisi dan praktisi FPIK IPB University ikut turun langsung dalam kegiatan itu. Di antaranya Guru Besar Fisiologi Reproduksi Ikan Prof. Dr. Ir. Agus Oman Sudrajat, M.Sc., Prof. Dr. Ir. Kukuh Nirmala, M.Sc., Prof. Dr. Ir. Ronny Irgawan Wahyu, M.Phil., Kurnia Anggraini Rahmi, S.Pi., M.Sc., dan Talita Shofa Adestia, S.Farm., M.Imun.
Agus mengatakan ikan kancra memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi di Jawa Barat. Karena itu, pengembangan budidayanya tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman pembudidaya. Teknologi dan pengetahuan ilmiah perlu dibawa lebih dekat ke sentra produksi.
“Inovasi IPB harus langsung diterapkan di masyarakat,” kata Agus.
Menurut dia, pelatihan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan kemampuan pembenihan kelompok Mina Kancra.
Dengan pengelolaan yang lebih baik, kancra diharapkan tidak hanya menjadi komoditas budidaya, tetapi juga menopang ekonomi warga.
IPB, kata Agus, ingin memastikan pengetahuan yang berkembang di kampus tidak berhenti sebagai teori atau tersimpan di perpustakaan. Program Dosen Pulang Kampung menjadi salah satu cara mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat.
Baca Juga:Masyarakat Manfaatkan Waktu Akhir Pekan untuk Mengurus Keperluan Pertanahan dengan PELATARANSosiologi Minyak Telon
“Harapannya, ikan kancra bisa menjadi tumpuan penghasilan warga sekaligus ikon ekosistem perairan di Sumedang,” ujarnya.
Kepala Desa Licin Zulkifli M. Ridwan menyambut program tersebut. Ia menilai kehadiran para akademisi membuka kesempatan bagi pembudidaya untuk melihat usaha mereka dari sudut pandang yang berbeda.
