Antisipasi Bencana, Petakan, Prioritaskan, Eksekusi

Antisipasi Bencana, Petakan, Prioritaskan, Eksekusi
PENGERJAAN: Pemerintah Kabupaten Sumedang memperkuat langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi banjir, longsor, hingga dampak bencana hidrometeorologi lainnya.(Dok Pemda)
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES – Memasuki musim hujan, Pemerintah Kabupaten Sumedang memperkuat langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi banjir, longsor, hingga dampak bencana hidrometeorologi lainnya.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir meminta seluruh perangkat daerah bergerak cepat melakukan pemetaan sekaligus mengeksekusi langkah antisipasi sebelum intensitas hujan meningkat.

“Jangan sampai menunggu bencana terjadi. Petakan daerah yang rawan banjir, longsor, gempa dan potensi bencana lainnya, kemudian segera lakukan langkah penanganannya,” tegas Bupati Dony dalam Rakor lintas perangkat daerah yang digelar secara daring melalui call group WhatsApp, Senin (14/9)

Baca Juga:Kancra Bersiap Naik KelasAnak Masuk SD Wajib PAUD

Menurutnya, momentum musim kemarau harus dimanfaatkan untuk melakukan berbagai pekerjaan fisik yang berkaitan dengan mitigasi bencana. Di antaranya pengerukan sedimentasi sungai, pengecekan drainase jalan nasional maupun daerah, pemeriksaan tanggul dan Tempat Penahan Tanah (TPT), serta penanganan titik-titik yang berpotensi menimbulkan genangan maupun longsor.

Bupati menegaskan, penanganan bencana tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja. Diperlukan kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, media dan unsur terkait lainnya. “Yang paling penting adalah bergerak lebih awal. Petakan, prioritaskan, eksekusi. Jangan sampai ketika hujan sudah turun deras, kita baru sibuk melakukan penanganan,” katanya.

Bupati juga meminta pekerjaan yang telah dianggarkan dalam Perubahan APBD 2026 segera disesuaikan dengan hasil pemetaan lapangan. Prioritas penanganan harus ditentukan berdasarkan tingkat kerawanan dan urgensinya. “Misalnya sungai mana yang harus dikeruk, kapan waktunya, jangan sampai terlambat. Koordinasikan dengan BBWS agar penanganannya bisa segera dilakukan,” ujarnya.

Sejumlah wilayah mendapat perhatian khusus, di antaranya Ujungjaya, Tomo, Cimanggung, Darmaraja, wilayah perkotaan Sumedang, Margalaksana Sumedang Selatan, serta kawasan Cisambeng Situraja.

Pemkab juga meminta pemantauan menggunakan drone di sejumlah titik rawan untuk memperoleh gambaran kondisi lapangan secara lebih komprehensif.

Perhatian juga diarahkan pada kawasan Bendung Cihamerang, termasuk rumah-rumah warga di sekitarnya, serta permukiman yang berada di kawasan rawan longsor. Untuk titik-titik tertentu, seperti kawasan Jalan Nasional di Desa Ciptasari, Kecamatan Pamulihan, Dinas PUTR diminta berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mendapatkan penanganan.

0 Komentar