Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumedang Bambang Rianto mengatakan, tanah longsor dan banjir masih menjadi bencana hidrometeorologi yang perlu mendapat perhatian serius di Kabupaten Sumedang.
“Dari data yang telah kami kumpulkan sampai tanggal 14 September 2026, kejadian tanah longsor dan banjir masih mendominasi bencana yang terjadi di Kabupaten Sumedang. Potensi longsor juga tersebar di hampir seluruh wilayah, baik di kawasan permukiman maupun di sepanjang ruas jalan,” ujar Bambang.
Ia menyebutkan, ada beberapa wilayah yang rawan longsor
di antaranya Tanjungkerta, Sukasari, Sumedang Selatan, Situraja, Pamulihan, Cimanggung, Surian, Jatinunggal dan Cibugel. Selain itu, terdapat 26 kecamatan yang memiliki potensi longsor pada kawasan permukiman.
Baca Juga:RUU Reforma Agraria, Wamen Ossy Tekankan KeadilanKDM: Tak Ada Pelecehan Polemik Wakil Bupati Sumedang di selesaikan secara Kekeluargaan
Menurut Bambang, Pada ruas jalan nasional, beberapa titik yang perlu diwaspadai berada di Cadas Pangeran, Cigendel dan Cijelag-Tomo. Sementara pada jalan provinsi, di antaranya terdapat di Panisan, Wado dan Lingkar Jatigede.
“Untuk ruas jalan, kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait. Ketika terjadi longsor, penanganan dilakukan secepat mungkin dengan mengerahkan personel maupun alat berat untuk membersihkan material dan memastikan akses masyarakat bisa kembali normal,” katanya.
Bambang mengatakan sejumlah wilayah yang perlu mendapat perhatian antara lain Jatinangor, Cimanggung, Sumedang Utara, Sumedang Selatan, Tomo dan Ujungjaya.
Sebagai bagian dari upaya penanganan dan mitigasi banjir, BPBD bersama unsur terkait juga telah melakukan penanganan pada sejumlah aliran sungai, di antaranya Sungai Cimande, Sungai Cikeruh, Sungai Cileuleuy dan Sungai Cikandung.
“Penanganan tidak hanya dilakukan setelah bencana terjadi. Kami juga melakukan langkah-langkah mitigasi, termasuk penanganan aliran sungai, pemantauan wilayah rawan serta kesiapsiagaan personel dan peralatan.
Ini penting untuk mengurangi risiko dan dampak apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi,” pungkas Bambang.
